Bryson DeChambeau Manfaatkan Kecerdasan Buatan untuk Perbaiki Ayunan Golf
Bryson DeChambeau memanfaatkan program AI Gemini untuk mencari penjelasan terkait masalah teknis yang sedang dihadapinya. (Foto: Golf Digest)
Bryson DeChambeau kembali menunjukkan pendekatan uniknya dalam dunia golf.
Pegolf asal Amerika Serikat itu mengungkapkan bahwa dirinya menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk membantu menganalisis dan memperbaiki teknik ayunannya saat tampil dalam ajang LIV Golf Korea Selatan pekan lalu.
DeChambeau, yang dikenal sebagai salah satu pemain paling analitis di dunia golf, mengatakan bahwa ia memanfaatkan program AI Gemini untuk mencari penjelasan terkait masalah teknis yang sedang dihadapinya.
Pengakuan tersebut disampaikan setelah ia menutup turnamen dengan skor 65 pada putaran final dan finis di posisi ketiga, hanya terpaut satu pukulan dari babak playoff perebutan gelar juara.
Menurut Bryson DeChambeau, pencarian solusi dimulai setelah sesi latihan yang berlangsung cukup melelahkan.
Ia menghabiskan waktu berjam-jam di driving range untuk mencoba memahami penyebab perubahan pada pergerakan kepala stik saat melakukan ayunan.
"Saya menghabiskan waktu lama di lapangan latihan dan berbicara cukup banyak dengan AI pada malam sebelumnya. Saya mencoba memahami beberapa prinsip fisika yang membuat kepala stik berputar, termasuk faktor seperti alpha torque dan gamma torque," kata Bryson DeChambeau.
Pegolf berusia 32 tahun itu menjelaskan bahwa ia berdiskusi dengan Gemini mengenai berbagai aspek biomekanika dan fisika yang memengaruhi ayunan, termasuk tekanan genggaman dan tingkat ketegangan pada tangan saat memegang stik.
"Saya mencoba mencari tahu apa yang bisa membuat kepala stik berputar secara alami. Kami membahas tekanan genggaman dan ketegangan otot," ujarnya.
Bryson DeChambeau memang dikenal sebagai sosok yang gemar menggabungkan ilmu pengetahuan dengan olahraga.
Bahkan sebelum menjadi juara major, ia sering menggunakan berbagai perhitungan teknis untuk menentukan strategi pukulan, mulai dari jarak, arah angin, kepadatan udara hingga faktor cuaca lainnya
Namun kali ini, ia mengaku mengalami frustrasi ketika berusaha menemukan solusi secara langsung di lapangan latihan.
Keberadaan DeChambeau di driving range hingga larut malam sebelum putaran final sempat menarik perhatian banyak pihak.
Saat ditanya apakah dirinya menggunakan AI sambil berlatih memukul bola, ia memberikan jawaban yang cukup jujur.
"Saya justru sedang memukul-mukul stik ke tanah karena frustrasi mencoba mencari tahu apa yang harus dilakukan," kata DeChambeau sambil tertawa.
Ia mengaku tidak menemukan jawaban yang dicari selama sesi latihan tersebut.
Setelah meninggalkan lapangan, barulah ia mencoba berdiskusi dengan Gemini untuk mendapatkan sudut pandang berbeda mengenai masalah yang sedang dihadapinya.
"Saya tidak benar-benar menemukan jawabannya di lapangan latihan. Setelah kembali, saya mulai berbicara dengan Gemini untuk mencoba memahami apa yang bisa membuat kepala stik berputar secara pasif," ujarnya.
Meski teknologi AI telah membantunya mengeksplorasi berbagai kemungkinan, DeChambeau mengakui bahwa proses pencarian solusi masih berlangsung hingga saat ini.
"Saya masih terus mengerjakannya. Sampai sekarang saya belum menemukan jawabannya," kata DeChambeau.
Penggunaan AI oleh DeChambeau menjadi contoh terbaru bagaimana teknologi semakin berperan dalam olahraga profesional.
Meski belum menemukan solusi final, pendekatan tersebut kembali menegaskan reputasinya sebagai salah satu pegolf paling inovatif dan eksperimental di generasinya.
Artikel Tag: Bryson deChambeau, LIV Golf