Kanal

Angin Kencang Hantui US Open 2026, Panitia Ubah Kondisi Lapangan

Penulis: Abdi Ardiansyah
18 Jun 2026, 23:05 WIB

Teknik syringing diterapkan di US Open 2026 untuk mengatasi cuaca berangin di Shinnecock Hills

Berita Golf: Kondisi cuaca diprediksi menjadi kunci US Open 2026 yang mulai digelar di Shinnecock Hills Golf Club, New York. Penyelenggara dari United States Golf Association (USGA) bahkan telah menyiapkan berbagai strategi untuk mengantisipasi dampak angin kencang yang diperkirakan melanda area pertandingan sepanjang pekan ini.

Chief Championships Officer USGA, John Bodenhamer, mengungkapkan bahwa prakiraan cuaca menunjukkan kecepatan angin berkelanjutan berkisar antara 19 hingga 38 kilometer per jam pada hari pertama turnamen. Dalam beberapa periode tertentu, hembusan angin bahkan diprediksi dapat mencapai lebih dari 55 kilometer per jam.

Menurut Bodenhamer, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan berbagai masalah di lapangan, terutama pada area green yang menjadi bagian paling sensitif dalam permainan golf.

"Ketika kecepatan angin mencapai angka tersebut, tantangannya bukan hanya bagi pemain, tetapi juga bagi lapangan. Bola bisa sulit diam di atas green," ujarnya.

Menghadapi situasi tersebut, USGA telah melakukan sejumlah penyesuaian sejak beberapa hari sebelum turnamen dimulai. Salah satu langkah utama adalah meningkatkan intensitas penyiraman lapangan agar permukaan rumput tetap memiliki kelembapan yang cukup dan tidak terlalu cepat mengering akibat terpaan angin.

Selain itu, kecepatan green juga sengaja diturunkan. Jika biasanya green disiapkan dengan tingkat kecepatan sekitar 11,5 hingga 12 pada Stimpmeter, kali ini angka tersebut diturunkan menjadi sekitar 10,5 untuk membantu menjaga kontrol bola.

Penyesuaian posisi lubang juga dilakukan. Panitia memilih lokasi yang dianggap lebih aman terhadap pengaruh angin tanpa mengurangi tingkat kesulitan yang menjadi ciri khas turnamen major tersebut.

Langkah lain yang akan diterapkan selama US Open 2026 adalah proses yang dikenal sebagai syringing. Teknik ini dilakukan dengan menyemprotkan kabut air tipis ke permukaan green untuk menjaga suhu rumput tetap stabil dan mempertahankan kelembapan tanpa mengubah karakter permainan.

Bodenhamer menjelaskan bahwa metode tersebut mirip dengan sistem semprotan kabut yang sering ditemukan di area penyimpanan sayuran supermarket. Tujuannya adalah menjaga kesehatan rumput dan mencegah permukaan green menjadi terlalu keras atau licin.

Karena kebutuhan perawatan tambahan tersebut, jadwal tee off dua putaran pertama dimajukan 10 menit lebih awal dari biasanya. USGA berharap langkah tersebut dapat memberikan kondisi lapangan yang lebih konsisten bagi seluruh peserta.

Dengan berbagai persiapan yang telah dilakukan, penyelenggara optimistis kompetisi tetap berlangsung adil dan kompetitif. Namun, cuaca tetap menjadi faktor yang dapat menentukan jalannya US Open 2026, terutama jika angin kencang benar-benar hadir sesuai prediksi meteorologi.

Artikel Tag: PGA tour, shinnecock hills, US Open 2026

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru