Gaya Main Bukayo Saka Dinilai Jadi Masalah Besar Gyokeres di Arsenal
Bukayo Saka dan Viktor Gyokeres. (Foto: David Price/Getty Images)
Berita Liga Inggris: Jamie Redknapp menilai gaya bermain Bukayo Saka menjadi “masalah besar” bagi Viktor Gyokeres di Arsenal. Pandangan itu disampaikan meski penyerang asal Swedia tersebut tampil menonjol saat The Gunners mengalahkan Chelsea 3-2 pada leg pertama semifinal Carabao Cup di Stamford Bridge.
Viktor Gyokeres bergabung dengan Arsenal dari Sporting CP musim panas lalu dengan nilai transfer mencapai £63,5 juta. Namun, awal kariernya di Emirates Stadium kerap menuai kritik, terutama terkait catatan gol dan performanya saat menghadapi lawan-lawan papan atas.
Sebelum laga melawan Chelsea pada Kamis (15/1/2026), Gyokeres hanya mencetak satu gol dalam 10 pertandingan terakhir di semua kompetisi. Meski demikian, ia tampil impresif pada laga tersebut dengan mencetak gol kedua Arsenal usai memanfaatkan kesalahan Robert Sanchez, serta berkontribusi dalam proses terciptanya gol Martin Zubimendi.
Jamie Redknapp mengakui bahwa pertandingan tersebut merupakan penampilan terbaik Viktor Gyokeres sejauh ini sejak kembali ke Inggris. Namun, ia menilai sistem permainan Arsenal, khususnya peran para winger, menjadi tantangan tersendiri bagi sang striker.
“Ini malam yang bagus untuknya, malam yang luar biasa,” ujar Redknapp saat menjadi pundit Sky Sports. “Tapi saya harus jujur, saya tidak menonton dia setiap minggu saat di Sporting.”
Redknapp lalu membandingkan situasi Gyokeres di Sporting dan Arsenal. “Di Sporting, dengan sistem dua wing-back, dia lebih sering mendapat umpan silang. Begitu bola melebar, crossing langsung datang dan dia tahu bisa melakukan pergerakan pertama ke tiang dekat,” jelasnya.
Menurut Redknapp, kondisi tersebut berbeda saat Gyokeres bermain bersama Arsenal. “Masalah besarnya di Arsenal adalah Bukayo Saka bermain di kanan dengan kaki kiri. [Gabriel] Martinelli juga sama. Mereka ingin memotong ke dalam,” katanya.
“Jadi ketika Bukayo Saka berada di posisi itu, alih-alih mengirim bola ke depan gawang, dia ingin cut inside dulu. Di situlah frustrasinya.”
Momen tersebut terlihat jelas sebelum gol Gyokeres ke gawang Chelsea. Saka sempat memotong ke dalam sebelum melepas bola ke Ben White yang overlap, lalu crossing rendah White disambar Gyokeres setelah Sanchez gagal mengamankan bola.
Reaksi Gyokeres yang tampak frustrasi juga disorot Jimmy Floyd Hasselbaink. “Wajar kalau dia kesal karena bola tidak langsung datang,” ujar Hasselbaink. “Kalau saya jadi dia, saya akan benar-benar marah.”
Meski masih ada tantangan adaptasi, performa Gyokeres kontra Chelsea memberi sinyal positif. Kini, tugas Mikel Arteta adalah menemukan keseimbangan agar gaya bermain Arsenal bisa semakin memaksimalkan potensi sang striker di laga-laga besar berikutnya.
Artikel Tag: Bukayo Saka, Viktor Gyokeres, Arsenal