Gabriel Agbonlahor Kritik Keras Rencana Aston Villa Rekrut Garnacho
Gabriel Agbonlahor sebut transfer Alejandro Garnacho ke Aston Villa sebagai mimpi buruk. (Foto: Jacques Feeney/Offside/Offside via Getty Images)
Berita Transfer: Gabriel Agbonlahor melontarkan kritik pedas terhadap rencana Aston Villa merekrut Alejandro Garnacho dari Chelsea pada bursa transfer musim panas ini. Mantan penyerang The Villans itu bahkan menyebut transfer tersebut sebagai sebuah "mimpi buruk" dan berharap klub lamanya tidak melanjutkan negosiasi.
Alejandro Garnacho dikabarkan semakin dekat bergabung dengan Aston Villa dengan status pinjaman yang disertai kewajiban pembelian. Winger timnas Argentina berusia 22 tahun itu masuk daftar jual Chelsea setelah menjalani musim yang mengecewakan di Stamford Bridge.
Sepanjang musim lalu, Garnacho hanya mencetak satu gol dalam 24 penampilan di Premier League. Situasi itu membuat Chelsea bersedia melepas mantan pemain Manchester United tersebut sebagai bagian dari perombakan skuad yang dipimpin manajer baru The Blues, Xabi Alonso.
Berbicara kepada talkSPORT Breakfast, Gabriel Agbonlahor langsung menolak kemungkinan Garnacho bergabung dengan Aston Villa. "Tidak! Iklan dulu saja. Saya tidak ingin membicarakannya. Itu tidak akan terjadi. Itu bukan mimpi, melainkan mimpi buruk," kata Agbonlahor.
Ia kemudian mempertanyakan kualitas Garnacho berdasarkan penampilannya bersama Chelsea musim lalu. "Dia bukan pemain yang bagus. Setiap kali saya melihatnya bermain, dia tidak bisa melewati bek sayap lawan. Dalam lima atau enam pertandingan terakhirnya bersama Chelsea musim lalu, dia selalu berlari ke arah bek, lalu berbalik dan mengoper bola ke belakang. Dia takut menghadapi lawan satu lawan satu," ujarnya.
Agbonlahor juga menyinggung perjalanan karier Garnacho. "Ada alasan mengapa dia dilepas Manchester United. Ada alasan mengapa Chelsea juga melepasnya. Bahkan dia tidak dipanggil ke timnas Argentina untuk Piala Dunia ketika mereka kekurangan pemain sayap," tegasnya.
Mantan pemain Villa itu bahkan mengkritik sikap Garnacho. "Menurut saya, egonya seperti Cristiano Ronaldo atau Lionel Messi, tetapi kemampuannya tidak sampai level David Bellion yang pernah bermain untuk Manchester United sekitar 20 tahun lalu," tambahnya.
Selain faktor kemampuan, Agbonlahor khawatir kehadiran Garnacho dapat mengganggu keharmonisan ruang ganti Aston Villa yang selama ini dibangun oleh manajer Unai Emery. Menurutnya, atmosfer positif di dalam tim menjadi semakin penting setelah kepergian Morgan Rogers ke Chelsea.
"Ruang ganti Aston Villa sangat bagus. Semua pemain menyukai Morgan Rogers. Apakah Anda ingin memasukkan pemain yang bisa menjadi pengaruh buruk ke dalam ruang ganti? Semua orang tahu bagaimana sikap Garnacho, mulai dari mengangkat tangan saat ditarik keluar hingga cara dia meninggalkan Manchester United," kata Agbonlahor.
Meski begitu, ia mengakui Emery memiliki kemampuan menghidupkan kembali karier pemain yang sedang terpuruk. "Kalau ada manajer yang bisa memperbaikinya, itu adalah Unai Emery," ujarnya.
Namun, Gabriel Agbonlahor tetap tidak memahami alasan Aston Villa mengejar Alejandro Garnacho. "Saya benar-benar tidak mengerti transfer ini. Jujur, saya sangat bingung," pungkasnya.
Artikel Tag: Chelsea, Aston Villa, Gabriel Agbonlahor, Alejandro Garnacho