Kanal

Francesco Bagnaia Terpuruk di Aragon, Bos Ducati Bongkar Masalah Sebenarnya

Penulis: Abdi Ardiansyah
29 Agu 2026, 04:30 WIB

Francesco Bagnaia dan Davide Tardozzi

Berita MotoGP - Francesco Bagnaia kembali mengalami akhir pekan sulit di MotoGP Aragon 2026. Bagnaia sempat beralasan bahwa kondisi lengannya menjadi salah satu penyebab performanya menurun, namun manajer tim DucatiDavide Tardozzi justru memiliki pandangan berbeda.

Francesco Bagnaia belum mampu keluar dari periode sulit yang sedang dialaminya di MotoGP 2026.

Pembalap Ducati tersebut kembali kesulitan menemukan kecepatan terbaik pada sesi practice MotoGP Aragon, Jumat (28/8/2026). Bagnaia hanya menempati posisi ke-13 sehingga harus menjalani Q1 pada sesi kualifikasi.

Hasil itu cukup kontras dengan performa rekan setimnya, Marc Marquez. Marc finis di posisi ketiga, hanya terpaut 0,038 detik dari Marco Bezzecchi yang menjadi pembalap tercepat sekaligus mencetak rekor lap baru di MotorLand Aragon.

Bagnaia sebelumnya mengungkapkan bahwa dirinya masih kesulitan tampil maksimal setelah menjalani operasi pada lengan kanannya saat jeda musim panas.

Operasi tersebut dilakukan untuk mengatasi masalah pada lengan yang sebelumnya tidak banyak diketahui publik. Bagnaia bahkan mengaku masih kesulitan mendorong motornya secara maksimal.

Namun Davide Tardozzi tidak sepenuhnya sependapat dengan pembalapnya.

Manajer tim Ducati itu menilai masalah Bagnaia bukan terutama berasal dari kondisi fisiknya. Menurut Tardozzi, pembalap berusia 29 tahun tersebut belum mendapatkan setelan Ducati Desmosedici GP26 yang sesuai dengan keinginannya.

"Tidak, tidak, saya rasa itu bukan masalah pada lengan atau semacamnya," ujar Tardozzi kepada TNT Sports.

Tardozzi kemudian menjelaskan bahwa persoalan utama Bagnaia lebih berkaitan dengan aspek teknis.

"Itu adalah masalah teknis, artinya setelannya belum benar-benar sesuai dengan yang dia inginkan. Kami tahu bahwa Pecco akan sedikit kesulitan ketika dia tidak merasa nyaman dengan setelan motor, dan dia tidak bisa tampil 100 persen."

Performa Bagnaia di Aragon memang menjadi perhatian. Ia bahkan menjadi satu-satunya pembalap Ducati yang gagal mengamankan tiket otomatis ke Q2.

Alex Marquez tampil sebagai pembalap Ducati terbaik dengan menempati posisi kedua. Marc Marquez berada di posisi ketiga, sedangkan Fabio Di Giannantonio finis keempat.

Bahkan Fermin Aldeguer yang baru kembali dari cedera dan Franco Morbidelli dengan Ducati GP25 mampu mengamankan posisi di Q2.

Bagnaia kini harus memanfaatkan data dari para pembalap Ducati lainnya untuk mencari solusi sebelum menjalani Q1.

Kondisi tersebut menjadi pekerjaan rumah besar bagi Ducati. Bagnaia membutuhkan peningkatan performa secepatnya jika tidak ingin kembali kehilangan poin penting dalam persaingan MotoGP 2026.

Artikel Tag: Ducati, Francesco Bagnaia, motogp aragon, Davide Tardozzi

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru