Kanal

Francesco Bagnaia Tegaskan Ducati Tak Pilih Kasih ke Semua Ridernya

Penulis: Abdi Ardiansyah
16 Jan 2026, 21:51 WIB

Francesco Bagnaia dan Marc Marquez bersama seluruh crew Ducati

Berita MotoGP: Performa timpang antara Francesco Bagnaia dan Marc Marquez musim lalu memunculkan isu favoritisme di internal Ducati. Kini Bagnaia akhirnya buka suara dan meluruskan anggapan tersebut.

Musim MotoGP lalu menjadi periode sulit bagi Francesco Bagnaia. Ketika Marc Marquez tampil dominan dan meraih kemenangan demi kemenangan bersama Ducati, Bagnaia justru kesulitan menemukan performa terbaik meski menggunakan level motor yang sama. Kondisi ini memicu spekulasi bahwa Ducati lebih memprioritaskan pengembangan motor untuk Marquez.

Isu tersebut berkembang seiring anggapan bahwa Ducati melihat Marquez sebagai sosok ideal untuk membawa gelar juara dunia dan secara tidak langsung menempatkannya sebagai pebalap utama. Bahkan, Marquez sendiri sempat merespons keras tudingan favoritisme usai mengunci gelar juara dunia di Jepang.

Namun, Bagnaia menegaskan bahwa anggapan tersebut tidak benar. Dalam podcast Supernova, pebalap bernomor 63 itu menjelaskan bahwa Ducati memiliki pendekatan berbeda dibanding pabrikan lain dalam mengembangkan motor.

“Dalam beberapa kasus, motor memang bisa dikembangkan mengikuti gaya satu pebalap,” ujar Bagnaia. Ia mencontohkan pendekatan Honda di masa lalu bersama Marquez, di mana seluruh pengembangan difokuskan pada gaya balap sang juara dunia.

“Motor itu memberi hasil, tetapi tidak mudah dikendarai pebalap lain, dan itulah yang membuat perbedaannya,” kata Bagnaia.

Menurut Bagnaia, Ducati justru memberi kebebasan kepada pebalapnya untuk menempuh jalur pengembangan yang berbeda.

“Di Ducati, kami bisa mengikuti dua arah sekaligus. Tidak ada kewajiban semua pebalap memakai motor dengan spesifikasi yang benar-benar sama,” jelasnya.

Ia mengungkapkan bahwa pada paruh kedua musim lalu, Ducati bahkan menggunakan dua spesifikasi fairing berbeda. Bagnaia memilih motor yang lebih stabil dan mudah dikendalikan, sementara Marquez menyukai karakter motor dengan beban lebih besar di roda belakang.

“Kami melanjutkan dengan dua spesifikasi karena itu yang paling sesuai dengan kebutuhan masing-masing,” ujarnya.

Penjelasan ini sekaligus menepis klaim bahwa Ducati memihak Marquez dalam pengembangan motor. Bagi Bagnaia, perbedaan hasil lebih disebabkan oleh adaptasi dan kecocokan gaya balap, bukan perlakuan istimewa dari tim.

Menjelang musim baru, manajemen Ducati tetap optimistis terhadap kebangkitan Bagnaia. Davide Tardozzi menyebut dirinya berharap melihat Bagnaia kembali ke performa terbaik seperti sebelumnya. Mantan bos Bagnaia di Pramac, Francesco Guidotti, juga menilai sang pebalap telah memetik pelajaran penting dari musim yang berat.

Dengan kontraknya yang memasuki fase krusial dan persaingan internal semakin ketat, musim depan akan menjadi penentu masa depan Francesco Bagnaia bersama Ducati.

Artikel Tag: Francesco Bagnaia, Marc Marquez, Ducati

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru