☰
Kanal
✕

Foto Pemain Bangladesh di Klub Malam Viral, Begini Klarifikasi Sang Manajer

Penulis: Abdi Ardiansyah
04 Okt 2026, 17:39 WIB

Foto viral pemain Bangladesh di klub malam disebut bukan berada di Jakarta

Berita FIFA ASEAN Cup - Foto dua pemain Bangladesh yang diduga berada di tempat hiburan malam viral beberapa jam usai kalah 2-9 dari Indonesia di SUGBK. Manajer timnas mereka pun membantah dan menegaskan pemain wajib istirahat di kamar masing masing.

Kabar mengejutkan muncul dari timnas Bangladesh usai kekalahan telak 2-9 dari Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026. Beberapa jam setelah laga di SUGBK, beredar foto dua pemainnya yang diduga berada di tempat hiburan malam bersama wanita.

Foto tersebut menampilkan Saad Uddin dan Sohel Rana Jr yang disebut sedang berada di sebuah klub malam. Berdasarkan laporan The Daily Star Bangladesh, foto itu pertama kali diunggah akun X @stlobelyaisklim yang mengklaim bertemu dengan pemain skuad Bengal Tigers dan sempat mengajak mereka menonton laga melawan Indonesia. Unggahan itu langsung dihapus setelah viral di media sosial.

Manajer Bangladesh, Amirul Islam Babu, membantah kabar tersebut. Ia menegaskan semua pemain diminta beristirahat di kamar masing-masing setelah makan malam usai pertandingan. Skuad Bengal Tigerssendiri dijadwalkan pulang ke negaranya pada Jumat 2 Oktober 2026 dari Jakarta.

"Setelah makan malam, para pemain harus tidur," kata Babu. "Kita tidak bisa membiarkan mereka keluar di malam hari. Jika mereka melanggarnya, kami punya orang mendisiplinkan dan memberi mereka hukuman," tambahnya.

Babu juga menyebut kemungkinan foto yang beredar tidak diambil di Jakarta seperti asumsi yang berkembang. Hingga kini belum ada bukti valid soal lokasi dan waktu pengambilan foto tersebut.

Di sisi lain, skuad Bengal Tigers menutup turnamen sebagai juru kunci Grup A dengan tiga kekalahan. Pelatih Thomas Dooley mengakui timnya masih butuh proses panjang untuk berkembang. "Ketika Anda ingin berkembang dan menjadi lebih baik, seperti yang selalu saya katakan, semuanya tidak terjadi dalam semalam. Dibutuhkan waktu," ujar Dooley.

"Anda harus mengetahui pemain yang Anda miliki, bagaimana mereka berpikir, bagaimana mereka bermain, bagaimana mereka berlatih. Kemudian, ketika pertandingan sebenarnya datang, Anda bisa melihat kesalahan apa yang mereka lakukan," katanya. Dooley menambahkan, "10.000 jam itu sangat banyak. Itu seperti tiga jam setiap hari selama bertahun-tahun. Mungkin itu sesuatu yang masih kurang di Bangladesh untuk bisa mencapai level seperti negara negara lain."

Artikel Tag: Timnas Indonesia, Bangladesh, FIFA ASEAN Cup

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru