FIFA Tolak Naturalisasi Mauresmo Hinoke, Harapan Timnas Indonesia Pupus
Mauresmo Hinoke
Berita MotoGP: Impian Mauresmo Hinoke membela Timnas Indonesia harus pupus setelah FIFA menolak proses naturalisasinya karena terbentur aturan batas generasi keturunan.
Impian membela Timnas Indonesia yang sempat menguat dalam diri Mauresmo Hinoke akhirnya harus kandas. Wonderkid yang kini berkarier di Liga Belanda itu dipastikan tidak bisa melanjutkan proses naturalisasi karena terganjal regulasi FIFA.
Timnas Indonesia sendiri tengah bersiap menghadapi sejumlah agenda penting pada 2026 di bawah kepemimpinan pelatih baru, John Herdman. Ajang terdekat adalah FIFA Series 2026 yang digelar di Jakarta pada akhir Maret, sebelum melanjutkan perjuangan di ASEAN Cup dan Kualifikasi Piala Asia 2027.
Sejak awal menjabat, Herdman memberi sinyal membuka peluang naturalisasi bagi pemain keturunan yang tampil di Eropa. Ia menilai tambahan amunisi berpengalaman bisa meningkatkan kualitas permainan Garuda di level internasional.
Salah satu nama yang sempat mencuri perhatian adalah Mauresmo Hinoke. Pemain berusia 20 tahun itu pernah memperkuat Timnas Indonesia U-20 pada Toulon Tournament 2024 di Prancis. Ia bahkan mencetak gol ke gawang Jepang dan tampil impresif sepanjang turnamen tersebut.
Bersama tim asuhan Indra Sjafri saat itu, Hinoke tampil dalam lima pertandingan dan menjadi salah satu pemain paling menonjol. Performanya memunculkan harapan besar agar ia bisa melanjutkan kiprah bersama tim senior di masa depan.
Di level klub, Hinoke yang kini memperkuat TOP Oss di kasta kedua Liga Belanda juga menunjukkan perkembangan positif. Musim ini ia mencatatkan 26 penampilan dengan torehan empat gol dan satu assist.
Namun masalah muncul pada aspek administrasi. Berdasarkan regulasi FIFA, perpindahan asosiasi melalui jalur keturunan hanya diperbolehkan hingga generasi ketiga, yakni kakek atau nenek kandung.
Darah Indonesia yang dimiliki Hinoke berasal dari buyutnya, sehingga berada di luar batas ketentuan tersebut. Karena itu, FIFA tidak mengizinkan proses naturalisasinya dilanjutkan.
Secara teori, peluang membela Timnas Indonesia masih terbuka melalui jalur domisili, yakni tinggal dan berkarier di Indonesia dalam periode waktu tertentu sesuai regulasi. Namun opsi tersebut membutuhkan proses panjang dan komitmen besar dari sang pemain.
Bagi publik sepak bola nasional, kabar ini tentu menjadi kekecewaan tersendiri. Sosok muda yang pernah menjebol gawang Jepang itu kini harus menyimpan mimpinya membela Merah Putih, setidaknya untuk sementara waktu.
Artikel Tag: FIFA, Timnas Indonesia, John Herdman, FIFA Series 2026