Fabian Hurzeler Pusing Hadapi Badai Cedera Pemain Brighton
Fabian Hurzeler sebut cedera Mats Wieffer bak petinju yang terjatuh usai dipukul. (Foto: Mike Hewitt/Getty Images)
Berita Liga Inggris: Manajer Brighton and Hove Albion, Fabian Hurzeler, mengonfirmasi bahwa bek Mats Wieffer terpaksa menepi hingga jeda internasional akibat menderita cedera lutut saat menghadapi Chelsea.
Wieffer mendapat nasib apes usai wajahnya terkena bola yang membuatnya kehilangan keseimbangan dan mengalami masalah pada lututnya saat terjatuh. Cedera unik tersebut dialami sang bek Belanda dalam kekalahan dramatis 4-3 dari Chelsea di Stamford Bridge pada akhir pekan lalu.
Kondisi tersebut makin memperparah krisis amunisi yang dialami Brighton. Sebelum Wieffer, Hurzeler sudah kehilangan deretan pemain pilar lainnya seperti Yankuba Minteh yang mengalami cedera kaki, Kaoru Mitoma dengan masalah hamstring, serta Georginio dan Jack Hinshelwood yang diperkirakan baru bisa kembali berlatih usai jeda internasional pada pertengahan Oktober mendatang.
Fabian Hurzeler memberikan analisis jujur mengenai insiden tak biasa yang menimpa anak asuhnya tersebut. Manajer asal Jerman itu menilai kejadian yang menimpa Wieffer mirip dengan petinju yang menderita cedera kaki usai menerima pukulan telak di area wajah.
"Dia jatuh ke tanah memegang wajahnya lalu cedera lutut. Itu seperti seorang petinju yang melukai lututnya setelah dipukul di bagian wajah," ujar Fabian Hurzeler.
Menatap pertandingan sengit menjamu Leeds United di Amex Stadium pada Sabtu (5/9/2026) malam WIB, Hurzeler menyadari bahwa tim lawan bakal menyajikan ujian yang sangat berat bagi timnya yang sedang pincang. Leeds United datang dengan modal positif usai memetik kemenangan atas Nottingham Forest dan bermain imbang melawan Brentford.
Hurzeler memuji konsistensi, intensitas permainan, serta racikan taktik manajer Daniel Farke yang dinilainya membuat Leeds United tampil sangat seimbang. Ia menyoroti deretan pemain kunci lawan seperti Ethan Ampadu, Anton Stach, Ao Tanaka, Noah Okafor, Dominic Calvert-Lewin, hingga Brenden Aaronson yang berpotensi merepotkan pertahanan Brighton and Hove Albion.
"Mereka hanya melanjutkan performa musim lalu. Jadi tim yang sangat intens, sangat agresif. Gaya permainan yang jelas. Mereka mencoba menyerang kotak penalti dengan banyak pemain dan mereka menunjukkan kerja sama tim yang hebat. Secara keseluruhan, mereka tim yang sangat sulit untuk dikalahkan. Daniel Farke melakukan pekerjaan yang luar biasa di sana dan selain itu mereka memiliki kualitas individu," pangkas Hurzeler.
Artikel Tag: Premier League, Brighton and Hove Albion, Leeds United, fabian hurzeler