Red Bull Prediksi Main Race GP Las Vegas Diguyur Hujan
Helmut Marko
Sirkuit jalan raya Las Vegas memang sulit karena kombinasi aspal halus, suhu malam yang cukup dingin, dan minimnya aktivitas pembersihan lintasan sebelum sesi penting. Keadaan menjadi makin sulit ketika hujan turun dan membuat trek menjadi licin. Kualifikasi yang digelar di bawah guyuran hujan semacam ini memperbesar kemungkinan kesalahan dan membuat hasil sulit diprediksi.
“Kita lihat saja besok karena tidak ada aktivitas pendukung sebelum FP3,” kata Marko menjelang sesi. “Ada prakiraan hujan dan kalau itu benar benar terjadi, grip yang sedikit itu bisa hilang begitu saja. Semua seperti lotre.” Catatan itu semakin diperkuat mengingat kualifikasi yang berlangsung di lintasan basah, sebuah skenario yang membuat banyak variabel masuk ke dalam persaingan, dari setelan mobil hingga pilihan ban dan strategi cuaca.
Red Bull memasuki akhir pekan dengan tekanan untuk tampil di barisan depan, namun hasil latihan menunjukkan peta kekuatan tak terduga. McLaren, yang semula tidak terlalu optimis di Las Vegas, justru menonjol lewat kecepatan Lando Norris yang menjadi tercepat di FP2. “Saya cukup kaget melihat catatan waktu Norris,” ungkap Marko. “Kami harus cek mode mesin yang mereka pakai dan berapa bahan bakar yang tersisa.”
Meski begitu Marko juga menyebut bahwa kondisi lintasan basah bisa menjadi keuntungan untuk Max Verstappen, asalkan mobil dan setelannya bekerja optimal. “Kalau mobil dan setelannya tepat, tentu saja bisa menguntungkan,” ujarnya. Kondisi semacam ini membuka peluang besar bagi mereka yang mampu menguasainya, namun juga meningkatkan risiko bagi tim yang belum siap.
Dengan lintasan basah di kualifikasi dan potensi hujan yang masih terbuka, final practice hingga balapan utama akan menjadi uji nyata bagi semua tim. Setiap perubahan kecil dalam kondisi cuaca atau karakter lintasan bisa memberikan dampak besar terhadap performa ban, stabilitas mobil, dan strategi balap.
Artikel Tag: Red Bull, Helmut Marko, GP Las Vegas