Mercedes Akui Kesalahan Mahal di F1 Jepang
Mercedes Akui Kesalahan Mahal di F1 Jepang - sumber: (racingnews365)
Berita F1: Prinsipal tim Mercedes, Toto Wolff, mengakui bahwa timnya gagal memberikan alat optimal bagi para pebalapnya pada awal Grand Prix Jepang akhir pekan lalu. Untuk ketiga kalinya berturut-turut, Mercedes berhasil mengamankan posisi terdepan dengan Kimi Antonelli memimpin George Russell di Suzuka. Namun, sejalan dengan tren yang terlihat tahun ini, tim yang berbasis di Brackley tersebut mengalami start yang lambat dan merosot di akhir putaran pertama.
Russell tergelincir ke posisi keempat sementara Antonelli jatuh ke posisi keenam. Meski demikian, Antonelli berhasil kembali memimpin balapan melalui pit stop yang menguntungkan saat safety car dikerahkan. Sebaliknya, Russell mengalami kerugian karena masuk pit tepat sebelum safety car dikerahkan. Frustrasi Russell semakin bertambah ketika ia kesulitan menjaga kecepatan dibandingkan rekan setimnya, yang semuanya berawal dari perubahan setelah sesi latihan terakhir.
"Saya rasa balapan ini tidak berpihak padanya dimulai dengan keputusan set-up kualifikasi," ujar Wolff kepada media termasuk RacingNews365. "Keputusan set-up tersebut membuat mobil berada dalam kondisi yang jauh lebih buruk dari FP3 ke kualifikasi." Meskipun Wolff menyatakan bahwa kesalahan pebalap turut berkontribusi pada start yang buruk, ia mengakui bahwa tim tidak beroperasi pada kondisi optimal di putaran pembukaan.
"Kemudian pada start, memang kami tidak memberikan alat terbaik bagi kedua pebalap untuk memulai balapan, tetapi juga ada kesalahan dari pebalap saat start," lanjutnya. "Kami harus membuat keputusan untuk safety car karena kami berisiko kehilangan posisi kepada [Charles] Leclerc, dan kemudian keberuntungan berpihak pada Kimi yang sangat cepat pada saat itu, sedangkan Russell kurang beruntung dan kehilangan posisi tersebut."
"Di atas semua itu, kami mengalami gangguan perangkat lunak yang memberikannya super clip dan dia disalip oleh Leclerc. Jadi, ini benar-benar semua hal yang tidak berjalan baik untuknya," tutup Wolff.
Artikel Tag: Mercedes, Toto Wolff