Kanal

Jaksa Jerman Pertimbangkan Tuduhan Pembunuhan Terhadap Juara F1

Penulis: Zelda Maryadi
06 Jan 2026, 17:21 WIB

Jaksa Jerman Pertimbangkan Tuduhan Pembunuhan Terhadap Juara F1 - sumber: (racingnews365)

Berita F1 pada tanggal 6 Januari 1998 menjadi pusat dari salah satu drama paling aneh yang pernah terjadi di luar trek. Jaksa Jerman di Cologne mengungkapkan bahwa mereka sedang mempertimbangkan untuk mengajukan tuntutan pidana terhadap Michael Schumacher akibat tabrakannya yang terkenal dengan Jacques Villeneuve selama Grand Prix Eropa 1997 di Jerez, sebuah insiden yang menentukan kejuaraan dunia beberapa bulan sebelumnya.

Pertarungan di Spanyol pada 26 Oktober 1997 itu sangat mendebarkan, dengan Schumacher memimpin Villeneuve dengan selisih satu poin pada lap terakhir musim tersebut. Namun, pertarungan gelar tersebut hancur pada lap ke-48 ketika Schumacher, dalam usaha putus asa untuk mempertahankan keunggulannya, menabrakkan mobilnya ke Williams milik Villeneuve di Curva Dry Sac (sekarang Curva Dani Pedrosa), menyebabkan dirinya keluar dari balapan sementara Villeneuve melanjutkan dan finis di posisi ketiga untuk mengamankan gelar juara.

FIA sebelumnya telah mengeluarkan keputusan olahraga penting pada November 1997. Dalam sidang disipliner yang jarang terjadi, Presiden FIA Max Mosley menyatakan bahwa Dewan Olahraga Motor Dunia menyimpulkan tindakan Schumacher "sengaja tetapi tidak direncanakan," dan mencabut tempat kedua Schumacher dalam kejuaraan pembalap tahun itu.

Namun, kontroversi tidak berakhir dengan FIA. Jaksa Jerman mengumumkan bahwa mereka sedang meninjau keluhan tertulis dan diwajibkan berdasarkan hukum Jerman untuk menyelidiki apakah tindakan Schumacher dapat dianggap sebagai tindakan kriminal, termasuk percobaan pembunuhan, pemaksaan, luka berat, dan berbagai pelanggaran mengemudi.

Juru bicara kantor kejaksaan negara bagian mengatakan mereka telah menerima keluhan resmi dari seorang warga Jerman di Frankfurt dan sedang menilai masalah tersebut. Prospek insiden balap seperti itu melintasi hukum pidana sebelumnya belum pernah terjadi. Schumacher, sebagai warga negara Jerman, secara teori dapat menghadapi tuntutan di rumah meskipun tabrakan terjadi di Spanyol — tetapi pihak berwenang segera menyimpulkan bahwa tidak ada tindakan kriminal yang dilakukan dan kasus tersebut dihentikan dalam beberapa hari.

"Penyelidikan terhadap perilaku Schumacher tidak mengungkapkan adanya tindakan kriminal," kata jaksa Hans Bernhard Jansen kepada Reuters. Schumacher sendiri merenungkan seluruh saga tersebut, mengakui panasnya momen di lintasan. "Saya manusia seperti orang lain, dan sayangnya, saya melakukan kesalahan," katanya setelah musim berakhir.

Tabrakan di Jerez tetap menjadi salah satu insiden yang paling banyak dibicarakan dalam sejarah F1 — bukan hanya karena gelar yang ditentukannya, tetapi juga untuk momen singkat ketika persaingan terhebat dalam olahraga ini tampaknya akan menuju ruang sidang daripada ruang pengawas.

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru