Emma Raducanu Terus Ganti Pelatih Meski Disarankan Untuk Tak Lakukan Itu
Emma Raducanu di Indian Wells musim 2023
Berita Tenis: Emma Raducanu telah mendapatkan banyak kritikan karena acapkali berganti pelatih, tetapi hal tersebut tidak akan segera berhenti, menurut agen sang petenis.
Petenis berkebangsaan Inggris adalah juara Grand Slam, gelar bergengsi yang ia menangkan dengan penuh perjuangan, tetapi ia belum mampu mengulangi pencapaian tersebut di turnamen WTA sejak saat itu. Sudah dua musim sejak ia memenangkan gelar US Open, jangankan memenangkan gelar lain, melenggang ke final lain pun ia belum berhasil melakukannya.
Petenis peringkat 131 dunia berjuang keras menghadapi sejumlah cedera dan itulah alasan yang membuat dirinya menjauh dari tenis untuk saat ini. Ia menjalani tiga operasi awal musim ini demi mengatasi sejumlah cedera yang terus menghantui dan memberi peluang kepada dirinya sendiri agar bisa menyusun ulang jalan kariernya.
Untuk saat ini, petenis berusia 20 tahun telah kembali berlatih, meskipun waktu ia kembali ke turnamen WTA masih belum diketahui. Ia telah memutuskan untuk tidak bermain di US Open, contohnya, yang menjadi pukulan cukup besar mempertimbangkan bahwa di sana ia memainkan permainan terbaiknya.
Agen Raducanu, Max Eisenbud dalam podcast baru-baru ini membicarakan tentang kliennya dan mengakui bahwa pergantian pelatih adalah sesuatu yang sama sekali tidak mengganggunya.
“Situasi kepelatihan, benar atau salah, dan itu adalah sesuatu yang Emma dan ayahnya cukup kendalikan dalam hal kepelatihan, yang telah menjadi filosofi mereka sejak turnamen junior. Mereka tidak pernah memiliki pelatih untuk waktu yang cukup lama. Anda mungkin pernah mendengarnya. Bagi mereka, itu seperti perairan yang tenang, memiliki seorang pelatih selama lima bulan dan pindah ke pelatih lain,” jelas Eisenbud.
Itulah yang diperingatkan banyak pihak terhadap Raducanu karena berkali-kali terbukti bahwa berganti pelatih tidak benar-benar berhasil di dunia tenis. Membutuhkan waktu untuk membangun kemitraan yang baik dan mendapatkan pemahaman yang sama. Melakukannya dengan cara seperti itu jauh dari norma dalam dunia tenis dan Eisenbud menyadarinya.
“Hal itu tidak biasa dan bukan norma bagi bagi petenis untuk memenangkan Grand Slam dan mengganti pelatih anda. Saya pikir anda melihat banyak petenis berganti pelatih di sepanjang waktu, khususnya di dunia tenis putri. Saya pikir orang-orang akan sulit untuk memahami bagaimana anda bisa melenggang ke babak keempat Wimbledon, lalu bagaimana anda tidak tetap bekerja sama dengan Nigel Sears yang merupakan pelatih hebat dan pria yang luar biasa,” tutur Eisenbud.
Artikel Tag: Tenis, US Open, Emma Raducanu