Kanal

Emma Raducanu Tak Langgar Aturan Apapun Di Final US Open Ketika Alami Ini

Penulis: Dian Megane
12 Sep 2021, 23:03 WIB

Emma Raducanu sempat berdarah ketika mengembalikan bola di final US Open 2021

Berita Tenis: Petenis berkebangsaan Inggris, Emma Raducanu menorehkan sejarah dengan menjadi petenis pertama yang memenangkan gelar Grand Slam sebagai qualifier.

Petenis berusia 18 tahun berhadapan dengan petenis muda berbakat lain asal Kanada, Leylah Annie Fernandez di final US Open musim 2021. Kedua petenis tentu akan berada dalam sejarah tenis dengan pencapaian mereka baru-baru ini.

Namun, ada satu momen di final tersebut ketika petenis berkebangsaan Inggris meminta jeda untuk alasan medis. Alasan yang ia gunakan untuk meminta jeda tersebut adalah fakta bahwa ia berdarah.

Momen tersebut terjadi di set kedua. Mendapat peluang untuk menutup pertandingan pada kedudukan 5-3, Raducanu mencederai dirinya sendiri ketika meluncur untuk mengembalikan bola. Ketika ia mulai berdarah, wasit menghentikan pertandingan dan memberinya jeda untuk alasan medis selama 3 menit.

Pada saat itu Annie Fernandez terganggu dengan insiden yang terjadi pada game yang tengah berlangsung intens, ia bahkan berdebat dengan wasit yang mengambil keputusan tersebut. Apalagi, saat itu Annie Fernandez tengah unggul dengan 40/30 sebelum cedera petenis berusia 18 tahun mengganggu semua momentumnya.

Menurut peraturan dan regulasi, ketika seorang petenis berdarang, wasit harus menghentikan pertandingan dan meminta fisioterapis untuk memeriksa kondisi petenis yang bersangkutan.

Dalam salah satu peraturan disebutkan bahwa, “Jika seorang petenis berdarah, wasit harus menghentikan pertandingan secepat mungkin dan fisioterapis harus dipanggil ke lapangan oleh wasit untuk evaluasi dan perawatan. Fisioterapis yang berhubungan dengan dokter turnamen, akan mengevaluasi sumber pendarahan dan akan meminta jeda untuk alasan medis jika perawatan diperlukan.”

Pada akhirnya, insiden tersebut terpecahkan dan Raducanu melanjutkan kisah dongengnya dengan memenangkan gelar Grand Slam pertama dalam kariernya di US Open. Penampilan tersebut merupakan penampilan pertamanya di Flushing Meadows, New York dan tidak ada seorang pun yang menduganya. Menganalisa permainannya, ia bisa memukul bola dengan sangat mematikan dan dengan berjalannya waktu, ia hanya akan menjadi petenis yang lebih baik.

Salah satu kenyataan yang tidak terbantahkan adalah Raducanu memiliki masa depan cerah. Para penggemar tentu akan berharap yang terbaik baginya di sisa musim 2021 dan musim-musim yang akan datang.

Artikel Tag: Tenis, US Open, Emma Raducanu, Leylah Annie Fernandez

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru