☰
Kanal
✕

Eks Wasit Malaysia Buka Suara Soal Tambahan Waktu Kontroversial Timnas

Penulis: Abdi Ardiansyah
05 Okt 2026, 00:25 WIB

Aksi Kevin Diks dalam laga Timnas Indonesia melawan Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026.

Berita Timnas - Kontroversi perpanjangan waktu pada laga Timnas Indonesia kontra Bangladesh turut memancing reaksi dari mantan wasit asal Malaysia, Subkhiddin Mohd Salleh. Ia menilai insiden revisi durasi tersebut murni diakibatkan oleh miskomunikasi di jajaran pengadil lapangan, bukan sebuah bentuk kecurangan.

Kemenangan telak Timnas Indonesia atas Bangladesh rupanya menyisakan sebuah polemik panas. Sorotan utama tertuju pada insiden perubahan durasi tambahan waktu di penghujung babak kedua yang seketika memicu amarah dari kubu Malaysia.

Pada mulanya, ofisial keempat di pinggir lapangan mengangkat papan yang menunjukkan tambahan waktu cuma dua menit. Keputusan ini sontak menuai protes keras dari bangku cadangan skuad Garuda. Hal tersebut sangat beralasan, pasalnya pertandingan babak kedua memang sering terhenti akibat berbagai pelanggaran hingga pengecekan perangkat bantu wasit.

Mendapat desakan, sang pengadil lapangan akhirnya meralat durasi tersebut menjadi tujuh menit. Perubahan mendadak ini langsung memantik reaksi balasan dari Federasi Sepak Bola Malaysia atau FAM. Mereka tidak segan melayangkan protes resmi dan melaporkan kinerja wasit lantaran curiga ada unsur kecurangan di balik revisi krusial itu.

Menanggapi keriuhan publik, Subkhiddin Mohd Salleh yang merupakan pakar sekaligus mantan wasit asal negeri jiran turut buka suara. Alih-alih memihak satu kubu, ia justru melihat akar masalahnya murni terletak pada alur koordinasi.

"Sebelum wasit keempat menunjukkan dua menit waktu tambahan, dia seharusnya menerima konfirmasi dari wasit utama dan saran dari petugas VAR tentang berapa banyak waktu yang digunakan untuk peninjauan, penundaan, dan sebagainya," papar Subkhiddin.

Alur komunikasinya, menurut Subkhiddin, harus berjenjang dan jelas.

"Petugas VAR kemudian akan memberi tahu petugas keempat dan kemudian mendapatkan konfirmasi dari wasit," lanjutnya menerangkan regulasi ideal.

Meski demikian, Subkhiddin menolak mengambinghitamkan ofisial keempat secara sepihak atas kekacauan tersebut.

"Untuk menyalahkan ofisial keempat juga, saya tidak bisa karena jika dia mengikuti prosedur, dia pasti sudah mendapat konfirmasi dari wasit," jelasnya.

Ia meyakini betul bahwa kekeliruan ini berakar dari gangguan komunikasi sesaat. Tambahan tujuh menit menurutnya juga sangat masuk akal mengingat banyaknya insiden yang membuang waktu.

"Jadi mungkin ada kesalahpahaman di antara para petugas pertandingan, wasit, dan bahkan wasit keempat selama konfirmasi," ungkapnya menganalisis kejadian di lapangan.

"Ada kemungkinan bahwa setelah menunjukkan dua menit, wasit baru menyadari ada kesalahan teknis. Mungkin VAR memberi tahu wasit bahwa ada kesalahan teknis, seharusnya tujuh menit, bukan dua menit. Itu adalah kemungkinan yang bisa terjadi. Bisa jadi ada miskomunikasi, mungkin VAR mengatakan sesuatu, tetapi ada kesalahpahaman di antara mereka," tutup Subkhiddin.

Artikel Tag: Malaysia, Timnas Indonesia, Bangladesh, FIFA ASEAN Cup

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru