Eks Petinju Ini Yakin Devin Haney Punya Modal Kalahkan Shakur Stevenson
Shakur Stevenson dan Devin Haney
Berita Tinju - Rencana pertarungan antara Devin Haney dan Shakur Stevenson kembali menjadi sorotan setelah kedua petinju terus saling melempar tantangan. Meski duel tersebut dinilai berpotensi menjadi salah satu laga terbesar di Amerika Serikat, masih ada sejumlah kendala yang harus diselesaikan, terutama terkait kesepakatan berat badan.
Saat ini Haney mendapat perintah menjalani pertahanan wajib gelar juara dunia WBO kelas welter melawan Keyshawn Davis. Namun, ia juga memiliki opsi melepas sabuk tersebut apabila memilih menghadapi Stevenson dalam pertarungan bernilai besar.
Salah satu perbedaan pendapat muncul dari permintaan Stevenson agar duel berlangsung di catchweight 144 pon. Petinju berjuluk Fearless itu belum pernah bertanding di atas 140 pon, sehingga ingin memastikan tidak menghadapi lawan dengan selisih ukuran tubuh yang terlalu besar.
Haney sempat menolak usulan tersebut, tetapi belakangan mengaku terbuka untuk mempertimbangkannya.
Mantan juara dunia kelas welter, Shawn Porter, memahami alasan Shakur Stevenson meminta batas berat badan khusus. Menurutnya, Devin Haney memiliki keunggulan fisik yang bisa menjadi faktor pembeda apabila keduanya benar benar bertemu.
"Saat berbicara soal catchweight, biasanya itu berarti ada anggapan lawan memiliki ukuran tubuh yang lebih besar. Kekhawatiran seperti itu menurut saya sangat masuk akal," kata Porter dalam podcast miliknya.
Porter meyakini Haney akan memiliki keuntungan signifikan saat malam pertandingan karena mampu menambah bobot tubuh setelah proses timbang badan.
"Devin akan tampil lebih besar, lebih kuat, sama cepatnya, dan sama terampilnya. Saat naik ring, posturnya bisa terasa seperti petinju kelas menengah. Itu akan menjadi pekerjaan yang sangat sulit bagi Shakur," ujarnya.
Meski demikian, Porter tetap menilai Stevenson memiliki kemampuan teknis yang luar biasa. Menurutnya, juara dunia WBC kelas ringan itu mempunyai kecerdasan membaca arah serangan lawan sebelum pukulan dilepaskan. Namun, menghadapi Haney akan menjadi tantangan berbeda karena kombinasi pukulan yang dimiliki sang juara dunia.
"Shakur punya kemampuan membaca pukulan lawan lebih cepat. Tetapi Haney mampu melepaskan kombinasi dua hingga tiga pukulan sekaligus. Itu sebabnya saya melihat ini sebagai pertarungan yang hebat, meski mungkin masih terlalu cepat bagi Shakur karena faktor ukuran tubuh," jelas Porter.
Dalam waktu dekat, masa depan Haney diperkirakan segera menemui kejelasan. Negosiasi dengan Keyshawn Davis harus diselesaikan sebelum tenggat yang ditetapkan WBO. Jika Haney memilih mempertahankan gelarnya, Stevenson kemungkinan akan mencari lawan lain untuk mempertahankan sabuknya.
Meski begitu, kedua petinju sama sama dikaitkan dengan Zuffa Boxing, sehingga peluang duel Devin Haney melawan Shakur Stevenson tetap terbuka pada masa mendatang.
Artikel Tag: shawn porter, Kelas Ringan, kelas welter, kelas menengah, Devin Haney, Shakur Stevenson