Kanal

Disanksi FIFA 20 Match, Sumardji Hanya Bisa Pasrah Meski Kecewa Berat

Penulis: Abdi Ardiansyah
06 Feb 2026, 05:40 WIB

Sumardji mantan manajer Timnas Indonesia

Berita Timnas: Ketua Badan Tim Nasional, Sumardji, resmi dijatuhi sanksi berat oleh FIFA berupa larangan mendampingi Timnas Indonesia dalam 20 pertandingan. Ia menyatakan pasrah setelah upaya banding yang diajukannya ditolak.

Ketua Badan Tim Nasional (BTN) PSSI, Sumardji, harus menerima konsekuensi berat setelah FIFA menjatuhkan sanksi larangan mendampingi Timnas Indonesia dalam 20 pertandingan. Selain itu, ia juga diwajibkan membayar denda sebesar 15 ribu Franc Swiss atau setara Rp324 juta.

Sanksi tersebut merupakan hasil keputusan Komite Disiplin FIFA yang ditetapkan pada 18 November 2025. Ia dinilai melanggar Pasal 14 ayat (1) huruf (l) Kode Disiplin FIFA, yang berkaitan dengan tindakan penyerangan terhadap ofisial pertandingan.

Insiden yang menjadi dasar sanksi terjadi seusai laga Timnas Indonesia melawan Irak pada 11 Oktober 2025 dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia di Arab Saudi. Dalam pertandingan tersebut, Indonesia kalah 0-1, hasil yang sekaligus menutup peluang lolos ke putaran final Piala Dunia 2026.

Mantan manajer Timnas Indonesia ini mengakui telah menerima keputusan tersebut, meski ia merasa sanksi yang dijatuhkan terlampau berat. Ia juga mengungkapkan bahwa banding yang sempat diajukan telah ditolak oleh FIFA.

“Sudah diterima saja namanya sanksi. Banding juga sudah diajukan dan ditolak,” ujarnya kepada awak media, Kamis (5/2/2026).

Ia menjelaskan bahwa dirinya tidak merasa melakukan tindakan kekerasan seperti yang dituduhkan. Menurut pengakuannya, insiden terjadi saat ia berupaya menghalangi wasit yang hendak memberikan kartu merah kepada pemain Indonesia.

“Saya merasa aneh sekali. Kecuali berbuat kekerasan, saya hanya mau menghalangi saat mau dikasih kartu merah,” katanya.

Dalam laporan resmi Komite Disiplin FIFA, disebutkan bahwa dirinya menerima kartu merah setelah pertandingan berakhir. Wasit asal China, Ma Ning, melaporkan adanya perilaku kekerasan yang dilakukan manajer tim Indonesia.

Komisaris pertandingan juga mencatat bahwa Sumardji dikeluarkan dari area lapangan karena dianggap mendorong wasit secara ofensif dari belakang. Selain Sumardji, dua pemain Timnas Indonesia juga tercatat dikeluarkan dari lapangan dalam insiden tersebut.

FIFA menegaskan bahwa denda sebesar CHF 15.000 wajib dibayarkan maksimal 30 hari sejak pemberitahuan putusan. Apabila kewajiban tersebut tidak dipenuhi, FIFA membuka kemungkinan menjatuhkan sanksi tambahan.

Sanksi ini membuat Sumardji dipastikan absen mendampingi Timnas Indonesia dalam agenda internasional penting ke depan, termasuk FIFA Series 2026 dan sejumlah pertandingan resmi lainnya.

Artikel Tag: Timnas Indonesia, sumardji, FIFA Series 2026, Piala AFF 2026

Berita Terkait

Berita Terbaru