Diego Costa Kritik Antonio Conte: Selalu Marah dan Tak Disukai Pemain
Antoino Conte dan Diego Costa saat masih di Chelsea. (Foto: Catherine Ivill/Getty Images)
Berita Sepak Bola: Diego Costa menyinggung mantan pelatih Chelsea, Antonio Conte, dengan komentar pedas tentang sikapnya saat masih di Stamford Bridge. Penyerang asal Brasil ini menilai Conte sebagai sosok yang “selalu marah” dan “tak ada yang menyukainya” ketika menukangi The Blues.
Costa bergabung dengan Chelsea dari Atletico Madrid pada 2014 dengan biaya £32 juta dan segera menjadi favorit penggemar berkat kemampuan mencetak gol dan gaya permainan yang agresif di lapangan. Selama di Chelsea, Costa memenangkan dua gelar Premier League dan satu Carabao Cup, serta masuk dalam PFA Team of the Year setelah mencetak 20 gol di musim debutnya.
Hubungan kerja antara Diego Costa dan Antoino Conte awalnya terlihat positif. Keduanya meraih penghargaan Premier League Player of the Month dan Manager of the Month pada November musim 2016/17. Namun, ketegangan muncul ketika Costa dicoret dari skuad karena ketertarikan klub Tiongkok, dan Conte memberi tahu Costa bisa meninggalkan klub melalui pesan singkat pada musim panas berikutnya.
Costa kemudian kembali ke Atletico Madrid untuk periode kedua sebelum bermain di Atletico Mineiro, Wolves, dan Botafogo. Kini, setelah kontraknya bersama Gremio habis awal Januari, Costa berada tanpa klub.
Dalam sesi bincang-bincang dengan mantan rekan setim Chelsea, John Obi Mikel, Costa menyinggung berbagai topik, termasuk perseteruan legendaris ‘Battle of the Bridge’ dan idolanya, Didier Drogba. Namun, yang paling mencuri perhatian adalah kritik Costa terhadap Conte, yang disebarkan melalui cuplikan video podcast Obi Mikel di media sosial.
“Mengenai Conte, dia adalah orang yang tidak percaya pada orang lain. Dia merasa tahu segalanya,” ujar Costa. “Kamu tidak bisa menikmati sesi latihan dengannya, dia selalu marah, selalu dengan wajah panjang. Pemain ingin kembali tapi tidak ada yang menyukainya, itu sebabnya dia tidak bertahan lama. Masa lalu adalah masa lalu.”
Sebaliknya, Costa menyebut Jose Mourinho sebagai pelatih yang paling ia nikmati selama kariernya. “Untuk saya, secara pribadi, Mourinho adalah pelatih yang paling saya nikmati. Karena dia memberi energi. Kamu datang ke latihan dengan bahagia.”
Costa juga memuji legenda Chelsea, Didier Drogba, yang menjadi inspirasinya sejak lama. “Didier adalah idolaku, salah satu yang terbesar dalam sejarah klub. Saya senang menonton dia berlatih, mengamati gerakannya, cara mengontrol bola, dan bagaimana dia menaklukkan bek lawan.”
Artikel Tag: Diego Costa, Antoino Conte, Chelsea