Di Giannantonio Bikin Acosta Geram di GP Prancis
Di Giannantonio Bikin Acosta Geram di GP Prancis - sumber: (motorsport)
Berita MotoGp dari Prancis akhir pekan lalu menyisakan ketegangan antara Pedro Acosta dan Fabio Di Giannantonio. Ketegangan ini terjadi ketika Di Giannantonio menyalip Acosta di tikungan terakhir menuju garis finis, meraih posisi keempat dalam Grand Prix tersebut. Apa yang membuat momen ini lebih kontroversial adalah ketika pembalap Italia ini menoleh ke belakang dua kali, menatap Acosta dengan penuh arti.
Di Giannantonio berhasil mengamankan posisi keempat dari pembalap KTM pabrikan tersebut saat memasuki tikungan ganda kanan di Raccordement pada putaran terakhir. Tindakan menoleh ke belakang ini, yang jarang dilakukan dalam situasi seperti itu, tampaknya memicu reaksi dari Acosta yang baru saja kehilangan posisi tepat sebelum garis finis.
"Saya mencatatnya untuk lain kali," ujar Acosta, pembalap berusia 21 tahun itu kepada pers Spanyol dengan nada bercanda. "Tidak ada yang menyalip saya sembari melihat ke arah saya." Acosta kemudian menambahkan bahwa mereka akan bertemu lagi dalam balapan berikutnya di Barcelona akhir pekan ini, menyiapkan duel yang berpotensi memanas jika keduanya bertemu di lintasan.
Sebuah subplot menarik dari insiden ini adalah berita bahwa Di Giannantonio diperkirakan akan mengambil alih kursi Acosta di tim pabrikan KTM musim depan. Meskipun belum ada konfirmasi resmi, kabar penandatanganan kontrak tersebut dikatakan telah selesai malam sebelum balapan.
Acosta, yang telah menandatangani kontrak untuk pindah ke tim pabrikan Ducati, juga jujur dalam menilai penampilannya sendiri. Dia mengakui bahwa dirinya salah memperkirakan ancaman dari belakang, kehilangan waktu dengan garis pertahanan yang terlalu ketat. "Mungkin posisi keempat adalah yang bisa saya amankan, tetapi saya pikir Di Giannantonio lebih dekat dari yang sebenarnya, dan saya terlalu defensif."
Ketika ditanya lebih lanjut tentang rasa kesalnya terhadap Di Giannantonio dalam briefing berbahasa Inggris, Acosta menghindari pertanyaan tersebut dan menekankan kesalahan strategisnya di akhir balapan. "Bagaimanapun, hari ini adalah kesalahan saya karena saya berpikir dia lebih dekat, dan saya mungkin terlalu defensif. Dan akhirnya, saya merusak seluruh putaran," katanya. "Tapi bagaimanapun juga, satu posisi lebih, satu posisi kurang tidak akan membuat perbedaan besar."
Artikel Tag: Fabio Di Giannantonio, Pedro Acosta