Debut Conor Benn di Zuffa Boxing Dianggap Terlalu Mendadak
Conor Benn
Berita Tinju: Conor Benn akan menjalani pertarungan perdananya bersama Zuffa Boxing bulan depan ketika menghadapi mantan juara dunia kelas super ringan dua kali, Regis Prograis. Duel tersebut rencananya digelar sebagai bagian dari undercard laga utama Tyson Fury melawan Arslanbek Makhmudov, dengan bobot tangkapan di kelas 150 pound.
Pertarungan ini menjadi langkah penting bagi Benn setelah mengambil keputusan mengejutkan dengan meninggalkan promotor lamanya, Eddie Hearn, dan memilih bergabung dengan perusahaan tinju milik Dana White. Langkah tersebut sempat menimbulkan berbagai spekulasi mengenai arah karier Benn, terutama karena sebelumnya ia diproyeksikan menjalani pertarungan perebutan gelar dunia kelas welter.
Petinju berjuluk The Destroyer itu terakhir kali tampil saat mengalahkan Chris Eubank Jr di Tottenham Hotspur Stadium. Kemenangan tersebut menjadi momen penting karena Benn berhasil membalas satu satunya kekalahan dalam rekornya sekaligus kembali memperkuat posisinya di jajaran elite tinju Inggris.
Sebelum memutuskan pindah promotor, Benn bahkan telah ditetapkan sebagai penantang wajib versi WBC di kelas welter. Nama Benn sempat dikaitkan dengan sejumlah duel besar, termasuk kemungkinan menghadapi Ryan Garcia atau juara dunia lain di kelas 147 pound.
Namun alih alih langsung mengejar gelar, Benn memilih jalur berbeda dengan menerima pertarungan melawan Prograis. Mantan juara dunia asal Amerika Serikat itu dikenal sebagai petinju tangguh dengan pengalaman panjang di level elite, meski performanya dalam beberapa laga terakhir mengalami penurunan.
Pengamat tinju sekaligus mantan juara dunia kelas penjelajah, Tony Bellew, menilai duel ini kemungkinan disusun dalam waktu yang relatif singkat.
“Itu terlihat seperti pertarungan yang dibuat dalam waktu cukup mendadak. Sejujurnya ini lebih seperti laga untuk membuat Benn kembali aktif di ring,” ujar Bellew.
Ia menilai Benn tidak akan ragu menerima tantangan tersebut, terlepas dari berbagai pembicaraan mengenai nilai kontrak yang diterimanya.
“Kalau Anda berada di posisi Conor Benn, tentu Anda langsung menyetujuinya. Ia mungkin berpikir, jika ditawari pertarungan seperti itu, kenapa tidak? Saya siap menjalaninya,” kata Bellew.
Meski demikian Bellew menegaskan Benn tetap akan datang dengan persiapan matang di bawah arahan pelatih Tony Sims. Ia juga menilai Prograis bukan lagi petinju yang sama seperti beberapa tahun lalu.
Prograis sendiri pernah menjadi salah satu nama besar di kelas super ringan, namun ia kalah dari Devin Haney dan juga Jack Catterall dalam beberapa pertarungan terakhirnya. Meski demikian, petinju berusia 35 tahun itu belum pernah kalah KO sepanjang karier profesionalnya yang kini telah mencapai lebih dari tiga puluh pertandingan.
Dengan pertarungan berlangsung di bobot 150 pound, Conor Benn dinilai memiliki keuntungan fisik dan momentum performa. Banyak pengamat pun menempatkannya sebagai favorit untuk meraih kemenangan dalam duel tersebut.
Artikel Tag: Tyson Fury, Dana White, Tony Bellew, Matchroom Boxing, conor benn, Regis Prograis