Daniel Dubois Targetkan Akhiri Rekor Tak Terkalahkan Fabio Wardley
Daniel Dubois (kanan) dan Fabio Wardley. (Foto: Fight TV)
Petinju kelas berat Inggris Daniel Dubois menegaskan tekadnya untuk menghentikan rekor tak terkalahkan Fabio Wardley ketika keduanya bertemu dalam perebutan gelar dunia WBO pada 9 Mei mendatang.
Pertarungan tersebut akan digelar di Co-op Live Arena, Manchester, Inggris, dan dijadwalkan disiarkan secara global melalui platform streaming DAZN. Wardley akan menjalani pertahanan gelar pertamanya sejak merebut sabuk WBO kelas berat.
Wardley datang ke pertarungan ini dengan catatan impresif 20 kemenangan, satu hasil imbang, dan 19 kemenangan knockout.
Namun Dubois yakin ia memiliki kemampuan untuk menjadi petinju pertama yang mengalahkan rival senegaranya tersebut.
Dubois mengungkapkan bahwa ia pernah menjalani sesi sparring dengan Fabio Wardley pada awal karier profesionalnya.
Menurutnya, pengalaman tersebut membuatnya percaya diri menghadapi Wardley dalam pertarungan resmi kali ini.
Petinju berusia 28 tahun itu mengatakan bahwa ia merasa tampil lebih baik dalam sesi latihan bersama Wardley di masa lalu.
Meski mengakui lawannya telah berkembang sejak saat itu, Dubois tetap yakin bisa mengulang keunggulan tersebut di atas ring.
Dubois juga menilai perjalanan Wardley hingga menjadi juara dunia tidak lepas dari keberuntungan.
Ia mengaku menghormati kerja keras lawannya, tetapi tetap percaya bahwa momentum kemenangan Fabio Wardley akan berakhir saat mereka bertemu di Manchester.
Pertarungan ini juga menjadi kesempatan penting bagi Dubois untuk menghidupkan kembali kariernya setelah kekalahan dari Oleksandr Usyk pada Juli tahun lalu.
Dalam duel ulang tersebut, Dubois kehilangan sabuk IBF kelas berat setelah kalah dari juara dunia tak terbantahkan tersebut.
Sejak kekalahan itu, Dubois belum kembali bertanding. Karena itu, laga melawan Wardley dipandang sebagai peluang besar untuk kembali ke jalur perebutan gelar dunia.
Daniel Dubois sendiri memiliki rekor profesional 22 kemenangan dan tiga kekalahan dengan 21 kemenangan knockout.
Catatan tersebut menunjukkan reputasinya sebagai salah satu pemukul keras di divisi kelas berat.
Ia juga menegaskan bahwa perjalanan panjangnya di dunia tinju telah membantunya menghadapi berbagai lawan tangguh.
Daniel Dubois mengaku tidak terkejut jika harus kembali berhadapan dengan petinju yang pernah ditemuinya dalam sesi latihan di masa lalu.
Petinju asal London itu mulai berlatih tinju sejak usia tujuh tahun dan sempat menjadi bagian dari program pengembangan Team GB sebelum beralih sepenuhnya ke karier profesional.
Sementara itu, Wardley memiliki jalur karier yang berbeda. Petinju berusia 31 tahun asal Ipswich tersebut memulai perjalanan dari dunia tinju white-collar sebelum bertransformasi menjadi petinju profesional.
Sepanjang kariernya, Fabio Wardley beberapa kali berada dalam situasi sulit di atas ring, tetapi mampu bangkit dan mencatatkan kemenangan dramatis.
Kombinasi kerja keras, ketangguhan mental, serta keberanian mengambil risiko membawanya naik ke puncak peringkat kelas berat.
Meski Daniel Dubois menyebut lawannya beruntung, Fabio Wardley diyakini tidak akan sepakat dengan penilaian tersebut.
Ia dikenal sebagai petinju yang membangun reputasi melalui performa agresif dan keberanian menghadapi lawan-lawan kuat.
Duel antara Dubois dan Wardley diperkirakan berlangsung sengit mengingat keduanya memiliki kemampuan knockout yang tinggi.
Pertarungan ini juga berpotensi menjadi salah satu laga kelas berat paling menarik di Inggris tahun ini.
Bagi Daniel Dubois, kemenangan tidak hanya berarti merebut gelar dunia, tetapi juga menghentikan catatan tak terkalahkan Wardley sekaligus membuktikan dirinya masih menjadi salah satu penantang utama di divisi kelas berat.
Artikel Tag: oleksandr usyk, Daniel Dubois, Fabio Wardley