Courtois Kritik Mourinho Soal Respons Insiden Rasisme
Courtois Kritik Mourinho Soal Respons Insiden Rasisme - sumber: (footballespana)
Berita Liga Spanyol: Thibaut Courtois, penjaga gawang Real Madrid, mengkritik cara Jose Mourinho menangani dugaan pelecehan rasial yang dilakukan Gianluca Prestianni terhadap Vinicius Junior pekan lalu. Mourinho, yang saat ini menjabat sebagai manajer Benfica, mendapat banyak kritik karena lebih fokus pada selebrasi gol Vinicius ketimbang insiden tersebut. Banyak yang melihat komentarnya seolah membenarkan penghinaan yang dilakukan Prestianni.
Courtois mengungkapkan bahwa keputusan untuk melanjutkan pertandingan setelah insiden itu sebenarnya berasal dari Vinicius sendiri. Kiper asal Belgia tersebut merasa tidak seharusnya keputusan itu berada di tangan Vinicius. Menurut Courtois, ini adalah momen penting bagi sepak bola untuk menghentikan tindakan semacam ini. Ia menambahkan bahwa tanggung jawab tersebut seharusnya berada di tangan UEFA dan ofisial pertandingan.
Dalam pandangan Courtois, ketika situasi di tribun sudah tidak kondusif, pertandingan seharusnya dihentikan dan oknum yang bersalah dikeluarkan. "Tidak normal bagi seorang pemain untuk memantau kejadian di tribun. Itu adalah tanggung jawab ofisial pertandingan," tegasnya. Ia menambahkan bahwa sebagai masyarakat, kita harus berhenti bersikap bodoh.
Mengenai komentar Mourinho yang menyatakan bahwa dengan Eusebio sebagai ikon klub, Benfica tidak mungkin rasis, Courtois menjawab dengan santai bahwa Mourinho memang selalu membela klubnya. Namun, ia merasa terganggu dengan penggunaan selebrasi Vinicius sebagai alasan. "Ketika Real Madrid kebobolan, reaksinya bisa lebih dari itu. Kita harus lanjut dan tidak membenarkan tindakan rasis hanya karena selebrasi," ujarnya.
Gianluca Prestianni dipastikan absen dalam laga di Bernabeu setelah UEFA memberinya larangan bermain satu pertandingan selama investigasi berlangsung. Courtois menyatakan bahwa tim belum membahas apakah mereka akan bersalaman dengan Prestianni jika banding Benfica dikabulkan.
Lebih lanjut, Courtois mengecam pernyataan mantan kiper Paraguay, Jose Luis Chilavert, yang mendukung Prestianni. Dalam investigasi UEFA, Prestianni dilaporkan mengaku menggunakan hinaan homofobik, bukan rasis. Courtois menilai bahwa keduanya sama-sama serius dan tidak dapat diterima.
Sementara itu, Presiden Benfica, Rui Costa, membela Prestianni saat tiba di Madrid, dengan menyatakan bahwa dia tidak rasis dan menyoroti insiden lain yang melibatkan Fede Valverde. UEFA telah menolak tuduhan tersebut. Courtois menegaskan dukungan penuh untuk Vinicius dan menyerahkan keputusan akhir kepada UEFA dan lembaga terkait.
Artikel Tag: Real Madrid, Thibaut Courtois