Conor McGregor Ramaikan Musim Panas MMA dengan "Comeback" ke Octagon
Mantan juara dua divisi Conor McGregor akan menghadapi Max Holloway dalam duel kelas welter pada 11 Juli mendatang di Las Vegas, bertepatan dengan International Fight Week. (Foto: Fight TV)
Dunia MMA kembali memanas setelah UFC resmi mengumumkan kembalinya Conor McGregor ke Octagon usai absen hampir lima tahun dari pertarungan profesional.
CEO UFC Dana White mengonfirmasi bahwa mantan juara dua divisi tersebut akan menghadapi Max Holloway dalam duel kelas welter pada 11 Juli mendatang di Las Vegas, bertepatan dengan International Fight Week.
Pengumuman itu langsung menjadi perhatian besar di dunia MMA dan disebut-sebut membuat musim panas 2026 menjadi salah satu periode paling menarik dalam satu dekade terakhir.
Kembalinya Conor McGregor hadir di tengah sejumlah agenda besar lain di olahraga tarung bebas, termasuk kartu perdana MMA dari Most Valuable Promotions di California serta rencana UFC Freedom Fights 250 yang akan digelar di Gedung Putih.
Pengamat ESPN Brett Okamoto menilai kombinasi sejumlah nama besar yang kembali bertarung membuat musim ini sulit dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.
“Dengan adanya kartu pertarungan di Gedung Putih, lalu McGregor, Francis Ngannou, dan Ronda Rousey kembali, ini berpotensi menjadi salah satu musim panas terbaik dalam sejarah MMA,” tulis Okamoto.
Conor McGregor terakhir kali bertarung pada Juli 2021 ketika kalah dari Dustin Poirier akibat cedera kaki serius di UFC 264.
Sejak saat itu, petarung asal Irlandia tersebut terus menjadi sorotan karena aktivitas bisnis dan kehidupan pribadinya, namun belum pernah kembali naik ring.
Kini, lawannya adalah Max Holloway, mantan juara kelas featherweight UFC yang juga memiliki sejarah panjang dengan McGregor.
Keduanya pertama kali bertemu hampir 13 tahun lalu saat McGregor menang atas Holloway dalam laga kedua sang petarung Irlandia di UFC.
Kala itu Holloway baru berusia 21 tahun sebelum kemudian berkembang menjadi salah satu petarung featherweight terbaik dalam sejarah UFC.
Menurut analis ESPN Andreas Hale, Holloway merupakan pilihan lawan paling tepat untuk laga comeback McGregor selain trilogi melawan Nate Diaz.
“Dengan sejarah mereka, status sebagai favorit penggemar, dan gaya bertarung agresif, duel ulang ini memiliki semua elemen untuk menjadi salah satu rematch paling dinanti dalam sejarah UFC,” ujar Hale.
Meski demikian, masih ada keraguan mengenai apakah Conor McGregor benar-benar akan tampil pada Juli nanti.
Faktor usia dan riwayat cedera membuat banyak pihak mempertanyakan kondisi fisiknya.
Okamoto memperkirakan peluang McGregor benar-benar bertarung mencapai sekitar 80 persen.
Ia menilai petarung berusia 37 tahun itu kini terlihat lebih fokus dibanding beberapa tahun terakhir.
Di sisi lain, Hale menilai risiko cedera tetap besar mengingat McGregor sudah lama tidak menjalani kamp penuh untuk pertarungan profesional.
Namun, Hale juga percaya McGregor akan berusaha keras memastikan duel tersebut terlaksana karena waktu kariernya sebagai petarung elite semakin terbatas.
Jika laga melawan Holloway benar-benar terwujud, pertarungan itu diperkirakan menjadi salah satu acara UFC terbesar dalam beberapa tahun terakhir.
Artikel Tag: UFC, Conor McGregor, MMA