Conor McGregor Kembali ke UFC setelah Sembilan Tahun Penuh Masalah
Conor McGregor beberapa kali ditangkap karena kasus penyerangan, terlibat insiden di bar, hingga menghadapi sejumlah tuduhan kekerasan seksual. (Foto: AP)
Conor McGregor kembali menjadi sorotan setelah UFC resmi mengumumkan pertarungannya melawan Max Holloway pada UFC 329 di Las Vegas, 11 Juli mendatang.
Duel tersebut menjadi langkah comeback terbaru bagi mantan juara dua divisi UFC itu setelah bertahun-tahun kariernya dipenuhi cedera, kontroversi, dan persoalan di luar arena.
Conor McGregor pernah berada di puncak olahraga tarung dunia ketika menghadapi Floyd Mayweather dalam duel tinju megafight pada Agustus 2017.
Laga tersebut bukan hanya mencetak angka penjualan besar, tetapi juga mengangkat status McGregor menjadi superstar global.
Petarung asal Irlandia itu diperkirakan menerima bayaran lebih dari 100 juta dolar AS dari pertarungan tersebut.
Saat tur promosi melawan Mayweather berlangsung, popularitas McGregor bahkan dianggap mampu menyaingi petinju legendaris Amerika Serikat tersebut.
Namun, setelah laga itu berakhir dengan kekalahan TKO ronde ke-10, perjalanan karier McGregor perlahan berubah drastis.
Presiden UFC Dana White kala itu sempat menyebut kekayaan besar telah mengubah kehidupan McGregor.
Menurut White, tidak mudah bagi seorang atlet untuk tetap lapar meraih kemenangan setelah mengantongi ratusan juta dolar.
Sejak 2017, prestasi Conor McGregor di oktagon terus menurun.
Ia hanya mencatat satu kemenangan UFC, yakni saat menghentikan Donald Cerrone dalam waktu 40 detik pada Januari 2020.
Di luar kemenangan itu, kariernya dipenuhi kekalahan dan berbagai masalah hukum.
Salah satu momen paling kontroversial terjadi pada 2018 saat rivalitas panas dengan Khabib Nurmagomedov mencapai puncaknya di UFC 229.
Sebelum duel berlangsung, McGregor melontarkan komentar bernada penghinaan terhadap agama dan keluarga Khabib.
Ketegangan semakin meningkat setelah insiden penyerangan bus petarung UFC di New York yang membuat McGregor ditangkap polisi.
Ketika akhirnya bertemu di oktagon, McGregor kalah lewat submission pada ronde keempat.
Kericuhan besar kemudian pecah seusai pertandingan ketika kubu Khabib dan tim McGregor terlibat bentrok di dalam maupun luar arena.
Setelah kekalahan tersebut, masalah di luar arena terus menghantui McGregor.
Ia beberapa kali ditangkap karena kasus penyerangan, terlibat insiden di bar, hingga menghadapi sejumlah tuduhan kekerasan seksual.
Pada 2024, pengadilan sipil di Dublin memutuskan McGregor bersalah dalam kasus dugaan pelecehan seksual yang terjadi pada 2018 dan memerintahkan pembayaran kompensasi kepada korban.
Di sisi lain, performanya di arena juga terus menurun.
McGregor kalah KO dari Dustin Poirier pada 2021 sebelum mengalami patah kaki serius dalam duel trilogi mereka di UFC 264.
Cedera tersebut membuatnya absen panjang dari dunia MMA.
Upaya comeback Conor McGregor beberapa kali mengalami hambatan.
Duel melawan Michael Chandler sempat direncanakan setelah keduanya menjadi pelatih di acara “The Ultimate Fighter” pada 2023.
Namun, pertarungan itu terus tertunda akibat masalah kebugaran dan aturan antidoping UFC.
McGregor juga sempat menjadi perhatian karena aktivitas di luar MMA, mulai dari promosi Bare Knuckle Fighting Championship, tampil dalam film “Road House”, hingga wacana terjun ke dunia politik Irlandia.
Meski begitu, namanya tetap memiliki daya tarik besar bagi UFC dan penggemar olahraga tarung.
Pada pertengahan 2024, UFC sebenarnya menjadwalkan McGregor menghadapi Chandler. Akan tetapi, laga itu batal setelah McGregor mengalami cedera jari kaki.
Setelah berbulan-bulan tanpa kepastian, Dana White akhirnya memastikan McGregor akan kembali bertarung pada International Fight Week 2026 melawan Max Holloway di kelas welter.
Holloway bukan lawan asing bagi Conor McGregor. Keduanya pernah bertemu pada 2013 ketika McGregor menang mutlak atas petarung Hawaii tersebut.
Kini, situasinya jauh berbeda. Holloway masih aktif bersaing di papan atas UFC, sedangkan McGregor belum pernah bertarung sejak kalah dari Poirier pada Juli 2021.
Hingga pengumuman laga terbaru itu dibuat, McGregor telah melewati 1.772 hari tanpa bertanding di UFC.
Duel melawan Holloway menjadi kesempatan besar bagi petarung berusia 37 tahun tersebut untuk membuktikan dirinya masih mampu bersaing di level elite setelah hampir satu dekade kariernya mengalami penurunan tajam.
Artikel Tag: UFC, Conor McGregor, MMA