Conor McGregor Akui Terlena Ketenaran Jelang Comeback UFC Bulan Depan
Conor McGregor mengatakan dirinya banyak belajar dari berbagai pengalaman pahit selama beberapa tahun terakhir. (Foto: Fight TV)
Mantan juara UFC, Conor McGregor, mengakui bahwa ketenaran dan kesuksesan sempat membuatnya kehilangan arah dalam perjalanan kariernya.
Menjelang comeback yang telah lama dinantikan di UFC 329 bulan depan, petarung asal Irlandia itu mengatakan dirinya banyak belajar dari berbagai pengalaman pahit selama beberapa tahun terakhir.
McGregor dijadwalkan kembali bertarung pada 11 Juli di Las Vegas menghadapi Max Holloway dalam duel kelas welter.
Pertarungan tersebut akan menjadi penampilan pertamanya di dalam Octagon setelah hampir lima tahun vakum, sekaligus menjadi laga pertama sejak mengalami patah kaki saat kalah TKO dari Dustin Poirier pada Juli 2021.
Selain dihantam cedera serius, Conor McGregor juga beberapa kali terseret persoalan hukum dalam beberapa tahun terakhir.
Salah satunya adalah gugatan perdata yang berujung pada putusan bahwa dirinya bertanggung jawab dalam kasus kekerasan seksual yang terjadi pada 2018.
Dalam wawancara bersama Paramount, McGregor mengakui bahwa popularitas membawa tantangan besar yang sempat mengubah hidupnya.
"Ketenaran memiliki sisi buruk. Anda harus sangat berhati-hati menjalani hidup, bahkan mungkin lebih dari sebelumnya. Saya telah belajar banyak hal dalam hidup. Ini tentang menemukan jati diri, memahami diri sendiri, mengenali pemicu, dan saya masih terus berjuang melawan versi lama diri saya yang tidak lagi membawa manfaat," ujar McGregor.
Petarung berusia 37 tahun itu menilai titik balik dalam kariernya terjadi setelah menjalani duel tinju melawan Floyd Mayweather Jr. pada 2017.
Pertarungan spektakuler di Las Vegas tersebut dilaporkan menghasilkan pendapatan lebih dari 100 juta dolar AS bagi McGregor.
Sebelum menghadapi Mayweather, Conor McGregor telah menorehkan sejarah dengan menjadi petarung pertama UFC yang secara bersamaan memegang dua gelar juara pada akhir 2016.
Saat itu ia dianggap sebagai salah satu bintang terbesar dalam dunia olahraga tarung.
Namun, sejak kekalahan dari Mayweather di arena tinju, performa McGregor di UFC menurun drastis. Ia hanya meraih satu kemenangan dan menelan tiga kekalahan di Octagon.
Selain itu, sejumlah pernyataannya menjelang pertandingan juga memicu kontroversi karena menyinggung agama dan keluarga lawan-lawannya.
Conor McGregor mengakui bahwa keberhasilan yang datang pada usia muda membuatnya kehilangan fokus terhadap tujuan utamanya sebagai atlet.
"Pada usia 27 tahun saya merasa sudah menaklukkan olahraga ini. Lalu saya bertanya, apa lagi yang harus saya lakukan? Saya kehilangan arah. Saya membuat beberapa kesalahan karena itu. Namun, jika Anda benar-benar mencintai sesuatu, Anda akan selalu kembali. Anda akan selalu pulang," katanya.
McGregor saat ini memiliki rekor profesional 22 kemenangan dan enam kekalahan. Ia juga pernah mengalahkan Holloway melalui keputusan mutlak dalam duel kelas bulu pada Agustus 2013, ketika keduanya masih berada di awal perjalanan karier mereka di UFC.
Pertemuan ulang di UFC 329 menjadi kesempatan bagi Conor McGregor untuk membuktikan bahwa ia masih mampu bersaing di level tertinggi sekaligus membuka lembaran baru setelah melewati masa-masa sulit dalam kehidupan pribadi maupun karier profesionalnya.
Artikel Tag: UFC, Conor McGregor, MMA