Kanal

Colby Covington Tutup Karier MMA usai Perjalanan Panjang di UFC

Penulis: Hanif Rusli
19 Mei 2026, 20:10 WIB

Colby Covington menjadi salah satu petarung paling menonjol sekaligus kontroversial di divisi welter UFC dalam satu dekade terakhir. (Foto: Fight TV)

Mantan juara interim kelas welter Colby Covington dilaporkan telah memberi tahu UFC mengenai keputusannya untuk pensiun dari dunia mixed martial arts (MMA).

Pihak UFC mengonfirmasi keputusan tersebut kepada ESPN pada Senin (18/5) waktu setempat.

Hingga kini, Covington belum memberikan pernyataan resmi kepada publik terkait pensiunnya dan belum merespons permintaan wawancara dari media.

Covington mengakhiri karier profesionalnya pada usia 38 tahun setelah menjadi salah satu petarung paling menonjol sekaligus kontroversial di divisi welter UFC dalam satu dekade terakhir.

Petarung yang berbasis di Florida Selatan itu memenangkan gelar interim kelas welter UFC pada Juni 2018. Namun, gelar tersebut kemudian dicabut karena ia terlalu lama tidak bertanding.

Nama Covington mulai menjadi sorotan besar pada 2017 setelah mengalahkan Demian Maia di Sao Paulo, Brasil.

Seusai laga, komentarnya terhadap publik Brasil memicu kontroversi luas dan sejak saat itu ia membangun citra antagonis atau “heel” yang sangat kuat di UFC.

Sepanjang kariernya, Colby Covington terlibat rivalitas panas dengan sejumlah nama besar seperti Kamaru Usman, Tyron Woodley, dan Jorge Masvidal.

Di luar arena, Covington juga dikenal vokal dalam pandangan politik sayap kanan di Amerika Serikat.

Pada 2018, ia menjadi pemegang gelar UFC pertama yang mengunjungi presiden yang sedang menjabat di Oval Office ketika membawa sabuk interim miliknya ke Gedung Putih pada masa pemerintahan pertama Donald Trump.

Namun pada awal tahun ini, Colby Covington mengaku mulai menjauh dari dunia politik dan menyebutnya sebagai permainan yang “kotor”.

Perseteruannya dengan Masvidal menjadi salah satu rivalitas paling terkenal dalam beberapa tahun terakhir.

Hubungan keduanya yang sebelumnya sangat dekat berubah buruk hingga berujung insiden penyerangan di Miami pada 2022.

Saat itu, Masvidal diduga menyerang Covington di luar arena setelah keduanya saling melontarkan komentar pribadi, termasuk soal keluarga.

Covington kemudian membawa kasus tersebut ke jalur hukum dan pada Maret lalu mengajukan gugatan perdata terhadap Masvidal dengan tuntutan ganti rugi lebih dari 50 ribu dolar AS.

Meski sering menjadi pusat kontroversi di luar oktagon, performa Covington di dalam arena tetap mendapat pengakuan luas.

Latar belakangnya sebagai pegulat Division I All-American dari Oregon State University membuatnya dikenal memiliki kemampuan grappling dan tekanan bertarung yang sangat kuat.

Pada puncak kariernya, Colby Covington mencatat kemenangan dominan atas mantan juara seperti Rafael dos Anjos dan Robbie Lawler.

Ia juga memberi salah satu pertarungan tersulit bagi Usman saat kalah TKO pada ronde kelima dalam perebutan gelar juara dunia kelas welter UFC tahun 2019.

Namun performanya menurun dalam beberapa tahun terakhir. Covington hanya mencatat dua kemenangan dalam enam pertarungan terakhir sejak 2019.

Pertarungan terakhirnya terjadi pada Desember 2024 ketika kalah TKO dari Joaquin Buckley.

Artikel Tag: UFC, MMA, Colby Covington

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru