☰
Kanal
✕

Cleveland Guardians Tersingkir dari ALCS, Puasa Gelar Berlanjut 78 Tahun

Penulis: Hanif Rusli
20 Okt 2026, 20:52 WIB

Ini menjadi kegagalan ketiga berturut-turut Cleveland Guardians untuk melewati ALCS dan yang keempat dalam lima musim terakhir. (Foto: AP)

Cleveland Guardians kembali gagal melangkah ke World Series setelah kalah 3-7 dari Tampa Bay Rays pada gim keenam American League Championship Series (ALCS), Senin (19/10).

Kekalahan itu membuat Guardians tersingkir dengan skor seri 2-4 sekaligus memperpanjang puasa gelar World Series mereka menjadi 78 tahun.

Rays memenangi tiga pertandingan terakhir untuk memastikan tiket ke partai puncak. Sementara itu, Guardians kembali gagal melewati ALCS, yang menjadi hambatan mereka selama beberapa musim terakhir.

Presiden operasi bisbol Cleveland Guardians, Chris Antonetti, mengakui target utama timnya belum tercapai meski mereka beberapa kali mendekati gelar juara.

"Saya mencatat rekor 0 dari 28," kata Antonetti sambil tersenyum tipis. "Tahun depan, saya ingin mengubahnya menjadi 1 dari 29. Tujuannya adalah memenangi World Series. Kami belum berhasil melakukannya, tetapi akan terus berusaha dan menemukan cara untuk mewujudkannya."

Antonetti bergabung dengan manajemen klub pada 1999. Kombinasi pemain berpengalaman yang direkrut menjelang batas akhir pertukaran pemain dan talenta muda seperti Chase DeLauter serta Travis Bazzana, bersama pemain andalan Jose Ramirez dan Steven Kwan, belum mampu mengatasi Rays dalam serangan maupun pertahanan.

Guardians hanya mencatat rata-rata pukulan 0,194 ketika memiliki pelari di posisi yang berpeluang mencetak angka. Mereka juga sangat bergantung pada dua starter, Parker Messick dan Gavin Williams, selama playoff.

Messick hanya sekali mampu menyelesaikan lima inning, sedangkan Williams disimpan untuk kemungkinan gim ketujuh yang akhirnya tidak diperlukan.

Situasi tersebut membuat Cleveland Guardians mengandalkan bullpen secara intensif.

Tanner Bibee, yang menjalani 33 start pada musim reguler, hanya tampil sepertiga inning sepanjang playoff setelah mengalami penurunan performa pada September.

Meski kecewa, ia mengaku memahami keputusan tim.

"Ini menyebalkan, tetapi saya percaya pada pertimbangan mereka. Sebagian besar musim saya berjalan baik, lalu ada satu bulan yang sangat buruk," ujar Bibee.

Bullpen Guardians juga akhirnya kesulitan menghadapi tekanan.

Cade Smith, yang tampil dominan pada awal playoff, kebobolan dua angka pada Senin setelah Junior Caminero memukul home run dua angka pada inning ketujuh.

Pukulan itu memperlebar keunggulan Rays menjadi 5-1 dan menjadi titik penting dalam kemenangan Tampa Bay.

Smith menanggapi selebrasi Caminero yang menghabiskan 38,7 detik untuk mengitari base. "Itu bukan gaya saya, tetapi kalau saya tidak menyukainya, seharusnya saya tidak membiarkan home run," katanya.

Guardians mengakui keunggulan para pitcher Rays, terutama Freddy Peralta, yang dinobatkan sebagai pemain terbaik ALCS setelah hanya kebobolan satu angka dalam 12 inning.

"Mereka tampil luar biasa, terutama dalam situasi-situasi penting," kata DeLauter.

Ini menjadi kegagalan ketiga berturut-turut Cleveland Guardians untuk melewati ALCS dan yang keempat dalam lima musim terakhir. Mereka juga telah tujuh kali gagal mencapai World Series sejak penampilan terakhir pada 2016.

Meski kecewa, pemain Guardians Brayan Rocchio tetap optimistis timnya suatu hari akan mengakhiri penantian panjang tersebut.

Manajer Stephen Vogt pun menyatakan bangga terhadap perjuangan para pemainnya, meski mengakui kegagalan itu terasa menyakitkan.

Artikel Tag: mlb, World Series

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru