Ciryl Gane Tumbangkan Alex Pereira dalam Perebutan Gelar Interim UFC
Ciryl Gane (kanan) menghentikan perlawanan Pereira pada ronde kedua tepatnya pada menit 1:27 dalam laga pendamping utama (co-main event). (Foto: Fight TV)
Petarung Prancis Ciryl Gane merebut gelar interim kelas berat UFC setelah mengalahkan Alex Pereira melalui technical knockout (TKO) pada ajang UFC Freedom 250, Minggu (15/6) malam waktu setempat di Washington.
Gane menghentikan perlawanan Pereira pada ronde kedua tepatnya pada menit 1:27 dalam laga pendamping utama (co-main event).
Kemenangan tersebut menandai keberhasilan kedua Ciryl Gane meraih sabuk interim kelas berat UFC setelah sebelumnya juga mencapainya pada 2021.
Meski sama-sama berstatus gelar interim, pencapaian kali ini terasa lebih penting bagi Gane.
Petarung berusia 36 tahun itu akhirnya mencatat kemenangan besar atas salah satu nama elite setelah sebelumnya kesulitan menghadapi para petarung papan atas divisi kelas berat.
Pertarungan berakhir setelah Gane menjatuhkan Pereira dengan sebuah jab di tengah oktagon.
Ia kemudian melancarkan rentetan siku dan kombinasi pukulan tanpa balasan yang membuat wasit menghentikan pertandingan.
Pereira sempat berusaha bangkit dan kembali berdiri, namun kondisinya sudah tidak memungkinkan untuk melanjutkan laga ketika terdesak di dekat pagar oktagon.
"Saya sangat bangga terhadap diri saya sendiri dan tim saya. Terima kasih semuanya, terima kasih keluarga saya. Kami tahu ini mungkin terjadi dan kami percaya bisa melakukannya," kata Ciryl Gane usai pertandingan.
Bagi Pereira, kekalahan tersebut menghentikan upayanya mencetak sejarah sebagai petarung pertama UFC yang mampu meraih gelar juara di tiga kelas berbeda.
Petarung asal Brasil itu sebelumnya pernah menjadi juara kelas menengah dan kelas berat ringan sebelum memutuskan naik ke divisi kelas berat.
Pereira melepas sabuk kelas berat ringan pada Februari lalu demi mengejar peluang tersebut. Namun debutnya di kelas berat tidak berjalan sesuai harapan setelah gagal mengatasi dominasi Gane.
"Ini adalah risiko yang saya ambil. Jika saya tidak mengambil risiko setiap kali bertarung, saya tidak akan berada di posisi sekarang," ujar Pereira melalui penerjemah.
Sejak ronde pertama, Ciryl Gane tampil lebih efektif dengan serangan tendangan ke paha bagian dalam dan tubuh lawannya.
Pereira sempat mendaratkan pukulan kanan keras menjelang akhir ronde pembuka, tetapi secara keseluruhan Gane mampu mengendalikan jalannya pertarungan.
Meski berhasil merebut sabuk interim, gelar juara kelas berat UFC yang sesungguhnya masih berada di tangan petarung Inggris Tom Aspinall.
Gane dan Aspinall sebelumnya bertemu pada Oktober lalu dalam perebutan gelar utama, namun laga tersebut berakhir tanpa hasil setelah Aspinall mengalami cedera akibat insiden tusukan mata yang tidak disengaja.
Aspinall masih dalam masa pemulihan setelah menjalani operasi mata awal tahun ini. Karena itu, masa depan pertarungan penyatuan gelar antara dirinya dan Gane masih belum dapat dipastikan.
"Kita lihat nanti. Saat ini saya hanya ingin berterima kasih. Terima kasih Dana, terima kasih kepada Pereira dan timnya. Saya ingin menjalani pertarungan berikutnya di Paris pada September," ujar Gane.
Artikel Tag: UFC, Alex Pereira