Canelo Alvarez Kalahkan Christian Mbilli dan Rebut Gelar WBC di Riyadh
Canelo Alvarez (kanan) tampil dominan sepanjang 12 ronde dan berhasil meredam agresivitas Mbilli sepanjang pertandingan. (Foto: Fight TV)
Canelo Alvarez kembali merebut gelar juara dunia kelas menengah super WBC setelah mengalahkan Christian Mbilli melalui keputusan angka mutlak, Sabtu (31/10).
Dalam pertarungan 12 ronde di Kingdom Arena, Riyadh, Arab Saudi, petinju asal Meksiko itu tampil dominan dan berhasil meredam agresivitas Mbilli sepanjang pertandingan.
Ketiga juri memberikan kemenangan kepada Alvarez dengan skor 117-110, 116-111, dan 115-112.
Hasil tersebut memperpanjang rekor profesionalnya menjadi 64 kemenangan, tiga kekalahan, dan dua hasil imbang, termasuk 39 kemenangan knockout (KO).
Kemenangan ini sekaligus mengembalikan sabuk WBC yang sebelumnya lepas dari genggaman Alvarez setelah kalah dari Terence Crawford melalui keputusan angka mutlak pada September 2025.
Crawford kemudian kehilangan gelar tersebut setelah WBC mencabut status juaranya karena persoalan pembayaran biaya sanksi organisasi. Mbilli yang sebelumnya berstatus juara interim kemudian diangkat menjadi juara penuh.
Canelo Alvarez memasuki pertarungan dengan sejumlah pertanyaan mengenai kemampuannya bersaing di level tertinggi.
Petinju berusia 36 tahun itu sebelumnya menjalani operasi pada siku kirinya setelah kekalahan dari Crawford dan belum kembali bertanding selama lebih dari setahun.
Namun, ia menjawab keraguan tersebut melalui penampilan matang.
Alvarez mampu mengendalikan tempo, memperlihatkan pertahanan solid, serta menggagalkan upaya Mbilli untuk mengembangkan serangan agresifnya.
Petinju asal Kamerun yang berbasis di Montreal itu terus maju dan berusaha menekan sejak bel pembukaan.
Namun, Alvarez mampu membaca pergerakan lawannya dan beberapa kali melancarkan pukulan balasan, termasuk serangan ke arah tubuh.
Memasuki ronde keenam dan ketujuh, dominasi Alvarez semakin terlihat. Ia beberapa kali mendaratkan pukulan kanan keras yang membuat Mbilli kesulitan melanjutkan serangan.
Pada ronde kedelapan, Mbilli bahkan kehilangan satu poin setelah wasit Hector Afu menghukumnya karena memukul bagian belakang kepala Alvarez.
Mbilli membutuhkan kemenangan KO pada ronde terakhir untuk membalikkan keadaan.
Ia sempat mendaratkan pukulan kanan bersih sekitar 1 menit 15 detik sebelum pertandingan berakhir, tetapi gagal melanjutkan serangan.
Alvarez kemudian menutup laga dengan pukulan kanan yang membuat lawannya sedikit kehilangan keseimbangan.
Canelo Alvarez menyebut penampilannya sebagai sesuatu yang sempurna dan mengaku sangat emosional setelah kembali menjadi juara dunia.
"Sulit sekali menjelaskannya. Perasaan ini luar biasa, seperti ketika saya meraih gelar pertama. Saya sudah 31 tahun menjadi petinju profesional. Enam belas tahun lalu saya memenangkan gelar pertama, dan sekarang saya kembali meraih gelar. Saya sangat bangga," kata Alvarez.
Ia juga mengungkapkan rencana untuk beristirahat selama beberapa pekan sebelum kembali berlatih. "Saya akan beristirahat, terus belajar, dan bekerja keras," ujarnya.
Artikel Tag: Canelo Álvarez, Terence Crawford, Christian Mbilli