Bremer Kritisi Mentalitas Pemain Juventus yang Tersembunyi di Lapangan
Bremer Kritisi Mentalitas Pemain Juventus yang Tersembunyi di Lapangan - sumber: (footballitalia)
Berita Liga Italia: Juventus harus menelan pil pahit usai kalah telak 0-3 dari Lazio dalam laga Serie A yang berlangsung di Allianz Stadium, Turin, pada 18 Oktober 2026. Kekalahan ini membuat para pendukung Juventus meninggalkan stadion lebih awal, sementara mereka yang bertahan menyoraki tim dengan kekecewaan mendalam.
Pertandingan berakhir dengan gemilang bagi Lazio, berkat gol dari Oliver Provstgaard, tembakan tajam Gustav Isaksen, dan serangan balik Fisayo Dele-Bashiru. Kemenangan ini mengokohkan posisi Lazio di puncak klasemen Serie A bersama Inter Milan dengan 19 poin. Sebaliknya, Juventus kian merosot dalam peringkat, tertinggal delapan poin dari pemuncak klasemen.
Gleison Bremer, bek Juventus, mengungkapkan kekecewaannya terhadap performa timnya. Dalam wawancara dengan Sky Sport Italia, Bremer mengatakan, “Kami tampil buruk, dan tentunya ini bukan representasi yang kami inginkan dari jersey Juventus. Kami harus segera menganalisis kesalahan dan bangkit kembali, tidak ada waktu untuk berlama-lama.”
Bremer menyoroti bagaimana gol cepat dari Lazio menciptakan frustrasi di antara para pemain Juventus. Meskipun tampil cukup baik di awal, kebobolan di kesempatan pertama lawan membuat situasi semakin sulit. Selain itu, Bremer mengakui bahwa karakter tiap pemain berbeda-beda, dan ketika ada tekanan dari penonton, beberapa pemain justru merasa tertekan dan takut.
Di sisi lain, pelatih Juventus, Luciano Spalletti, yang tidak mendampingi tim akibat skorsing, tampak kebingungan dengan kurangnya determinasi dari skuadnya. Meskipun memberikan instruksi, Spalletti menyadari bahwa implementasi di lapangan sepenuhnya bergantung pada para pemain.
Bremer menambahkan, “Saya berusaha membantu dan berbicara dengan mereka, tetapi tidak semua pemain memiliki karakter yang sama. Ketika situasi memburuk, ada yang berjuang dengan gigih, sementara yang lain memilih mundur. Ini bukan soal menyalahkan, tetapi lebih kepada perbedaan kepribadian.”
Kekalahan ini menjadi cerminan tantangan yang dihadapi Juventus, terutama dengan banyaknya pemain muda dan situasi yang berbeda dibandingkan beberapa tahun lalu. Kini, Juventus harus segera berbenah dan menemukan cara untuk kembali ke jalur kemenangan.