Bos MotoGP Ancam Denda Tim yang Menolak Balapan di MotoGP Qatar
Bos MotoGP, Carlos Ezpeleta dan Carmelo Ezpeleta.
Berita MotoGP - Kontroversi penyelenggaraan MotoGP Qatar 2026 semakin memanas setelah CEO MotoGP, Carmelo Ezpeleta, mengingatkan tim mengenai ancaman denda jika menolak mengikuti balapan di Sirkuit Losail. Peringatan tersebut muncul di tengah kekhawatiran sejumlah pembalap dan tim terhadap situasi keamanan di kawasan Timur Tengah.
MotoGP sebelumnya menjadwalkan MotoGP Qatar sebagai seri keempat musim 2026 pada April. Namun konflik di Timur Tengah membuat penyelenggara menunda balapan tersebut hingga akhirnya dijadwalkan ulang sebagai seri ke-20 pada awal November.
Meski ketegangan di kawasan itu dilaporkan mulai mereda, kekhawatiran mengenai potensi eskalasi situasi masih muncul di paddock. Pembalap Gresini, Alex Marquez, bahkan mengungkapkan bahwa mayoritas pembalap dan anggota paddock lebih memilih untuk tidak pergi ke Qatar.
"Saya rasa tidak ada yang berubah dan sepertinya GP Qatar tetap akan digelar. Menurut saya, 70 hingga 80 persen paddock lebih memilih untuk tidak pergi. Kami semua masih menunggu kejelasan situasi karena tidak ada yang benar-benar tahu," ujar Alex.
Di tengah perdebatan tersebut, manajemen MotoGP menggelar sejumlah pertemuan dengan pembalap dan tim di Sirkuit Sepang. CEO MotoGP Group Carmelo Ezpeleta turut hadir dalam pertemuan pada Kamis setelah sebelumnya mengadakan diskusi pada Rabu.
Menurut laporan Motorsport.com, Ezpeleta mengingatkan bahwa GP Qatar tetap dijadwalkan berlangsung meskipun ada pembalap yang memutuskan tidak ikut balapan. Tim yang menolak hadir berpotensi dikenai sanksi karena dianggap melanggar kontrak dengan MotoGP.
Laporan MotoMatters juga menyebut pihak MotoGP telah mengingatkan tim mengenai kewajiban mereka mengikuti seluruh seri dalam kalender kejuaraan.
Selanjutnya, Carlos Ezpeleta selaku wakil CEO MotoGP Group dijadwalkan memberikan penjelasan mengenai jaminan keamanan yang telah diterima penyelenggara dari pihak Qatar.
Situasi ini membuat MotoGP Qatar tidak hanya menjadi persoalan jadwal balapan, tetapi juga menyangkut keselamatan pembalap dan kru. Kepastian penyelenggaraan seri tersebut masih menjadi perhatian besar menjelang keberangkatan seluruh tim ke Lusail.
Artikel Tag: Carmelo Ezpeleta, motogp qatar, Dorna Sport, Carlos Ezpeleta