Kanal

Bos Ducati Tegaskan Penyebab Masalah Francesco Bagnaia Bukan Mesin

Penulis: Abdi Ardiansyah
17 Mar 2026, 22:30 WIB

Francesco Bagnaia dan Davide Tardozzi

Berita MotoGP: Performa Francesco Bagnaia kembali menjadi sorotan setelah hasil kurang maksimal di awal MotoGP 2026. Namun Ducati menegaskan bahwa masalah yang dialami pembalapnya bukan berasal dari mesin motor.

Francesco Bagnaia kembali mengalami kesulitan di awal musim MotoGP 2026. Setelah sempat menunjukkan peningkatan saat tes pramusim, performanya justru menurun saat seri pembuka di Thailand.

Pembalap Ducati itu gagal tampil kompetitif sepanjang akhir pekan di Sirkuit Buriram. Ia tersingkir lebih awal di sesi kualifikasi pertama dan hanya mampu finis di posisi kesembilan pada Sprint Race maupun balapan utama.

Hasil tersebut memunculkan kembali berbagai spekulasi terkait penyebab performa buruk Bagnaia. Salah satu teori yang berkembang menyebut bahwa karakter mesin Ducati menjadi faktor utama yang membuatnya kesulitan menemukan feeling saat mengendarai motor.

Namun pandangan tersebut langsung dibantah oleh manajer tim Ducati, Davide Tardozzi.

Jurnalis MotoGP Mat Oxley mengungkap bahwa dirinya sempat mendapatkan respons langsung dari Tardozzi terkait teori tersebut. Dalam pertemuan di pit lane Buriram, Tardozzi dengan tegas menyatakan bahwa analisis tersebut keliru.

“Anda salah, itu kesalahan besar,” kata Tardozzi kepada Oxley, seperti diceritakan dalam podcast Oxley Bom.

Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan bahwa Ducati tidak melihat mesin sebagai sumber utama masalah yang dialami Bagnaia.

Sebelumnya, sejumlah pengamat menilai karakter mesin, khususnya terkait engine brake dan distribusi beban ke ban depan, bisa memengaruhi kestabilan motor saat memasuki tikungan. Hal ini dianggap menjadi salah satu penyebab sulitnya Bagnaia mendapatkan kepercayaan diri di atas motor.

Meski begitu, Ducati tampaknya memiliki pandangan berbeda dan masih terus mencari penyebab utama dari masalah tersebut.

Situasi ini menjadi tantangan besar bagi Francesco Bagnaia yang kini berada dalam tekanan untuk segera bangkit. Apalagi performanya pada musim lalu juga dinilai kurang konsisten, sehingga reputasinya sebagai juara dunia mulai dipertanyakan.

Beberapa pihak bahkan menilai Bagnaia harus membuktikan bahwa kesuksesannya sebelumnya bukan semata karena keunggulan motor Ducati, tetapi juga karena kualitas individunya sebagai pembalap.

Dengan MotoGP 2026 yang baru memasuki awal musim, Bagnaia masih memiliki banyak kesempatan untuk memperbaiki performa. Seri berikutnya di Brasil bisa menjadi momentum penting baginya untuk menemukan kembali ritme balap dan menjawab keraguan yang mulai muncul.

Artikel Tag: Ducati, Francesco Bagnaia, Davide Tardozzi, MotoGP 2026

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru