Yassine Bounou Bawa Kepercayaan Diri Maroko ke Piala Dunia 2026
Yassine Bounou yakin Maroko bisa kembali mencuri perhatian. (Foto: Ewen Gavet/Icon Sport via Getty Images)
Berita Piala Dunia: Yassine Bounou menatap Piala Dunia 2026 dengan optimisme besar meski menyadari Maroko bukan favorit utama untuk mengangkat trofi. Kiper berpengalaman yang akrab disapa Bono itu yakin kualitas skuad dan mentalitas yang dimiliki Atlas Lions dapat membawa mereka kembali melangkah jauh di turnamen terbesar sepak bola dunia.
Yassine Bounou akan menjadi salah satu sosok kunci saat timnas Maroko memulai perjalanan mereka di Grup C. Tim asuhan Walid Regragui dijadwalkan menghadapi Brasil pada 14 Juni, sebelum bertemu Skotlandia dan Haiti dalam upaya mengamankan tiket ke babak gugur.
Maroko datang dengan status yang berbeda dibanding beberapa tahun lalu. Pada Piala Dunia 2022, mereka mencatat sejarah sebagai negara Afrika dan Arab pertama yang mencapai semifinal. Dalam perjalanan tersebut, Atlas Lions menyingkirkan Belgia, Spanyol, dan Portugal sebelum akhirnya finis di posisi keempat.
"Kualitas para pemain masih ada. Mentalitas yang tepat juga akan ada karena ini adalah Piala Dunia dan setiap pemain bermimpi untuk bermain di sana," ujar Bounou kepada FIFA.com. "Bagi sebagian pemain, ini mungkin menjadi Piala Dunia terakhir mereka. Bagi yang lain, ini akan menjadi pengalaman pertama."
Meski penuh keyakinan, kiper Al Hilal itu tetap realistis saat membahas peluang Maroko menjadi juara dunia. Menurutnya, ada beberapa negara yang memiliki peluang lebih besar, tetapi ia percaya timnya masih berada di jalur perkembangan yang positif.
"Jujur saja, ada tim-tim yang lebih difavoritkan daripada kami. Kami sudah berada di jalur perkembangan sejak 2022 dan ingin melanjutkannya. Setelah itu, tidak ada yang tahu sejauh mana kami bisa melangkah," katanya.
Bounou juga menilai pencapaian di Qatar empat tahun lalu telah mengubah cara dunia memandang Maroko. Ia merasakan adanya rasa hormat yang lebih besar terhadap timnya, sesuatu yang menurutnya dapat menjadi sumber kepercayaan diri tambahan.
"Kami merasa masih dihormati dan itu harus memberi kami kepercayaan diri. Saya pikir sekarang ada keyakinan yang mungkin tidak kami rasakan sebelumnya sebagai tim Afrika," ujarnya.
Kiper berusia 35 tahun itu masih menjadi salah satu pemain paling konsisten di skuad Maroko. Dalam 37 penampilan terakhir bersama tim nasional, ia hanya kebobolan 14 gol, sebuah catatan yang menunjukkan betapa penting perannya di bawah mistar.
Mengenang perjalanan bersejarah pada 2022, Bounou menegaskan bahwa semangat untuk mencatatkan sejarah baru belum hilang. Ia berharap Maroko kembali membuat bangga jutaan pendukungnya di seluruh dunia.
"Pada Piala Dunia 2026, Maroko akan kembali meninggalkan jejak di sepak bola dunia. Saya yakin rakyat Maroko akan bangga dengan tim ini. Semoga kami bisa melakukan sesuatu yang sangat besar sekali lagi, seperti yang kami lakukan pada 2022," tutupnya.
Artikel Tag: Piala Dunia 2026, Timnas Maroko, Yassine Bounou