Kanal

Wasit La Penna Terima Ancaman Pembunuhan usai Kesalahan di Laga Inter vs Juventus 3-2

Penulis: Amalia Sihotang
17 Feb 2026, 19:10 WIB

Wasit La Penna Terima Ancaman Pembunuhan usai Kesalahan di Laga Inter vs Juventus 3-2 - sumber: (footballitalia)

Berita Liga Italia – Drama panas di balik Derby d’Italia akhir pekan lalu rupanya belum usai. Wasit Federico La Penna dikabarkan melapor ke kepolisian dan kantor kejaksaan setelah menerima serangkaian ancaman pembunuhan usai memimpin laga penuh tensi antara Inter Milan dan Juventus di Stadion San Siro.

Pertandingan yang berakhir dengan skor 3-2 untuk kemenangan Nerazzurri itu meninggalkan kegaduhan besar. Insiden pemecatan bek Juventus, Pierre Kalulu, pada menit ke-42 menjadi pangkal kontroversi. Kalulu yang sebelumnya sudah diganjar kartu kuning karena pelanggaran terhadap Nicolo Barella, kembali menerima kartu kuning kedua usai diduga melanggar Alessandro Bastoni. Namun tayangan ulang memperlihatkan Bastoni justru melakukan aksi teatrikal alias diving.

Sayangnya, karena pelanggaran kedua Kalulu berstatus kartu kuning kedua dan bukan langsung kartu merah, VAR tidak bisa turun tangan. Kondisi itulah yang membuat keputusan La Penna menuai kecaman. Ironisnya, Bastoni sendiri juga sudah mengantongi kartu kuning dan seharusnya terancam diusir jika aksinya dianggap simulasi.

Usai pertandingan, penunjuk wasit Gianluca Rocchi mengakui adanya kekeliruan dalam keputusan tersebut dan menyebut La Penna sangat terpukul dengan kesalahannya. Namun suasana kian mencekam ketika ancaman serius membanjiri akun pribadi sang pengadil, bahkan menyasar keluarganya.

Pihak kepolisian segera membuka penyelidikan terhadap kasus ini, dan hasilnya kini masih menunggu perkembangan. Sementara itu, La Penna disebut tidak akan turun memimpin pertandingan Serie A akhir pekan ini. Meski begitu, ada kemungkinan ia bakal kembali bertugas pada pekan berikutnya, entah sebagai ofisial keempat atau berada di ruang VAR.

Derby d’Italia kali ini tak hanya meninggalkan perdebatan soal skor, tapi juga menghadirkan refleksi pahit tentang tekanan luar biasa yang kerap dialami pengadil lapangan di pentas tertinggi sepak bola Italia.

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru