Kanal

Tijjani Reijnders Ungkap Alasan Tinggalkan Manchester City Demi Al-Qadsiah

Penulis: Fery Andriyansyah
24 Sep 2026, 07:00 WIB

Tijjani Reijnders sebut faktor taktik dan finansial jadi alasan utama pindah ke Arab Saudi. (Foto: Roy Lazet/Soccrates/Getty Images)

Berita Sepak Bola: Gelandang Timnas Belanda, Tijjani Reijnders, mengungkapkan alasan di balik keputusannya meninggalkan Manchester City untuk bergabung dengan klub Arab Saudi, Al-Qadsiah. Pemain berusia 28 tahun tersebut mengaku tidak menyukai peran taktis yang diberikan kepadanya di klub Inggris tersebut.

Reijnders yang hengkang dengan nilai transfer mencapai 61 juta euro membeberkan bahwa ia sejatinya ingin beroperasi sebagai gelandang dinamis. Namun, situasi di lapangan membuatnya lebih sering ditempatkan sebagai gelandang serang murni yang membatasi ruang geraknya sepanjang musim.

"Pada pramusim, saya menyadari bahwa hal-hal mengarah ke arah itu lagi di City, dan saya mulai berpikir apakah saya menginginkan musim seperti itu lagi. Jawaban jujurnya adalah tidak," ujar Tijjani Reijnders saat bersiap membela Timnas Belanda.

"Saya ingin mencari di tempat lain, dan kemudian saya mendengar dari klub bahwa saya diizinkan untuk melakukannya," lanjut pemain tersebut mengenai masa depannya di Premier League.

Meski sempat ragu bahwa karier profesionalnya akan meredup di Arab Saudi, pembicaraan dengan pelatih Al-Qadsiah, Brendan Rodgers, berhasil meyakinkannya. Rodgers memberikan jaminan bahwa Reijnders masih bisa kembali merumput di kompetisi Eropa setelah menyelesaikan masa kontraknya.

"Dia mengatakan saya bisa menikmati tiga atau empat tahun yang sangat menyenangkan di sini dan kemudian kembali ke Eropa. Ada cukup banyak contoh tentang itu sekarang. Itu juga menjadi tujuan saya," tegas mantan pilar Manchester City tersebut.

Reijnders juga secara terbuka mengakui bahwa tawaran finansial bernilai fantastis menjadi faktor kuat yang sulit ditolak. Laporan menyebutkan bahwa sang gelandang menandatangani kontrak bernilai sekitar 100 juta euro untuk durasi empat tahun bersama klub barunya.

"Anda selalu bisa berpura-pura menjadi orang yang bermoral, tetapi saya pikir semua orang akan mengatakan ya untuk itu. Saya tidak ingin harus bekerja lagi setelah karier saya usai," ungkap Reijnders menanggapi berbagai kritik terkait kepindahannya.

"Jika pilihan ini berarti cucu-cucu saya juga bisa hidup nyaman, mengapa saya tidak melakukannya?" pungkas gelandang tim nasional Belanda tersebut menyikapi masa depan finansial keluarganya.

Artikel Tag: Manchester City, Tijjani Reijnders, Al-Qadsiah

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru