Kanal

Tijjani Reijnders Gagal ke Newcastle dan Nottingham Forest, Ini Penyebabnya

Penulis: Fery Andriyansyah
26 Agu 2026, 06:00 WIB

Tijjani Reijnders tak jadi ke Newcastle atau Nottingham Forest. (Foto: Dennis Agyeman / Europa Press Sports via Getty Images)

Berita Transfer: Tijjani Reijnders sebenarnya memiliki sejumlah peminat setelah masa singkatnya bersama Manchester City berakhir pada musim panas ini. Namun, Newcastle United dan Nottingham Forest akhirnya tidak mampu mencapai kesepakatan dengan City untuk gelandang asal Belanda tersebut, yang kemudian memilih pindah ke klub Saudi Pro League, Al-Qadsiah.

Reijnders meninggalkan Manchester City setelah hanya satu musim dengan nilai transfer mencapai 61 juta euro. Kepindahan tersebut cukup mengejutkan karena sebelumnya tidak ada indikasi kuat bahwa sang gelandang tidak masuk dalam rencana jangka panjang klub. Bahkan, pihak City disebut masih ingin mempertahankan pemain tersebut.

"City tidak ingin melepasnya. Direktur teknik dan manajer baru sama-sama sudah menyampaikan hal itu. Mereka mengatakan, jika ingin transfer, itu hanya akan terjadi dengan biaya yang membuat kami puas. Tidak kurang satu sen pun," kata Martin Reijnders, ayah Tijjani Reijnders, kepada Algemeen Dagblad.

Manchester City kemudian menetapkan harga 61 juta euro untuk melepas Tijjani Reijnders. Al-Qadsiah bersedia memenuhi tuntutan tersebut sehingga transfer akhirnya terwujud. Harga tersebut bahkan lebih tinggi daripada 54,9 juta euro yang dibayarkan City ketika mendatangkannya setahun sebelumnya.

Martin Reijnders mengungkapkan bahwa Atletico Madrid juga tertarik, tetapi tidak mampu memenuhi tuntutan finansial. Juventus dan Galatasaray hanya menginginkan peminjaman. Sementara itu, Nottingham Forest dan Newcastle United sama-sama gagal mencapai kesepakatan dengan Manchester City untuk mendapatkan gelandang tersebut.

"Atletico Madrid tertarik tetapi tidak mampu membuat kondisi finansialnya sesuai. Juventus dan Galatasaray hanya menginginkan peminjaman. Nottingham Forest tidak bisa mencapai kesepakatan dengan City, begitu juga Newcastle United," jelas Martin.

Selain biaya transfer, klub-klub Eropa juga harus menghadapi tuntutan gaji yang sangat besar jika ingin membawa Reijnders keluar dari Manchester City menuju Al-Qadsiah. Laporan sebelumnya menyebut sang pemain berpotensi mendapatkan penghasilan sekitar 100 juta euro sepanjang masa kontraknya bersama klub Saudi tersebut.

Martin mengakui faktor finansial memang berperan dalam keputusan putranya. Namun, ia menegaskan bahwa uang bukan satu-satunya pertimbangan. Reijnders juga ingin mendapatkan kesempatan bermain secara reguler dalam posisi yang sesuai dengan karakter permainannya setelah masa depannya di City mulai tidak menjanjikan.

"Ini jumlah yang sangat besar, benar-benar luar biasa. Tentu saja itu berperan dan tidak perlu munafik soal hal tersebut. Namun, uang bukan faktor utama. Itu baru menjadi pertimbangan ketika pilihannya adalah bertahan di City atau bermain setiap pertandingan dengan senang di Al-Qadsiah," ujarnya.

Menurut Martin, Reijnders berisiko kehilangan banyak menit bermain jika bertahan di Manchester City karena perubahan peran yang membuatnya lebih sering dimainkan sebagai gelandang serang. Situasi tersebut membuat kepindahan ke Al-Qadsiah menjadi pilihan olahraga yang dianggap lebih menguntungkan, sekaligus memberikan kepastian bermain secara reguler.

Artikel Tag: Manchester City, Newcastle United, Nottingham Forest, Tijjani Reijnders, Al-Qadsiah

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru