Selamat Kembali: Perjalanan Bove ke Lapangan
Selamat Kembali: Perjalanan Bove ke Lapangan - sumber: (footballitalia)
Berita Liga Italia – Momen haru sekaligus penuh inspirasi datang dari Inggris, tepatnya di Stadion Deepdale, Preston. Edoardo Bove, mantan pilar tangguh Fiorentina dan Roma, akhirnya kembali merumput setelah absen lebih dari 14 bulan. Siapa yang menyangka, gelandang muda yang sempat kolaps di laga kontra Inter Milan pada Desember 2024 itu kini kembali menendang bola dalam laga resmi bersama klub barunya, Watford.
Bove hanya bermain beberapa menit, namun itu sudah cukup untuk membuat senyum merekah di wajah para tifosi Serie A. Bayangan kelam saat dirinya terjatuh tak sadarkan diri di Stadio Artemio Franchi kini berganti dengan rasa syukur dan kebahagiaan. Kala itu, suasana stadion sempat membeku; para pemain, ofisial, hingga ribuan suporter menahan napas ketika tim medis berlari ke tengah lapangan. Beruntung, penanganan cepat membawanya ke rumah sakit Careggi dalam waktu 13 menit—dan dari sana, kabar baik mulai mengalir perlahan.
Meski nyawanya terselamatkan, karier sepak bolanya sempat diprediksi tamat. Regulasi di Italia yang melarang pemain profesional berlaga dengan alat defibrillator terpasang membuatnya harus menutup lembaran Serie A yang sudah ia perjuangkan sejak remaja. Saat duduk di bangku cadangan Fiorentina beberapa bulan setelah insiden itu, ekspresi Bove kerap menyiratkan kerinduan mendalam. Ia bahagia masih hidup, namun perih karena tak bisa lagi merasakan intensitas duel di lapangan.
Sebelum insiden tersebut, Bove tampil menggila bersama La Viola. Energi, agresivitas, dan naluri bertarungnya di lini tengah sempat membuat banyak pihak menyebut namanya sebagai calon penggawa Azzurri masa depan. Tapi takdir berkata lain—ia terpaksa memulai perjalanan baru dari nol. Rehabilitasi panjang dijalani, semangatnya diuji, hingga kesabarannya benar-benar ditempa.
Dalam masa pemulihan, Bove kerap terlihat hadir di berbagai ajang olahraga, termasuk memberikan dukungan untuk sahabat sekaligus petenis Fabio Cobolli di Wimbledon. Namun di balik senyum tipis, tetap ada getar rindu akan dunia yang telah menjadi bagian jiwanya: sepak bola.
Sabtu sore itu, sekitar pukul 16.44 waktu Inggris, menjadi titik balik kehidupannya. Ketika pelatih Watford memasukkannya ke lapangan, tidak hanya Preston yang bersorak—namun juga Firenze, Roma, dan seluruh Italia yang mengirimkan doa hangat. Di usia 23 tahun, Bove masih memiliki waktu panjang untuk menulis bab baru dalam perjalanan kariernya, meski bukan lagi di Serie A.
Kembalinya Bove bukan sekadar tentang sepak bola. Ini tentang keberanian melawan takdir, tentang cinta yang tak lekang pada si kulit bundar, dan tentang makna sejati sebuah kemenangan. Karena bagi Edoardo Bove, berdiri kembali di atas lapangan hijau—meski hanya beberapa menit—sudah lebih berharga dari seluruh gol dan assist yang pernah ia buat. Bentornato, Edo.
Artikel Tag: Edoardo Bove