Sacchi Soroti Kegagalan Inter di Liga Champions, Pertanyakan Masa Depan Sepak Bola Italia
Sacchi Soroti Kegagalan Inter di Liga Champions, Pertanyakan Masa Depan Sepak Bola Italia - sumber: (footballitalia)
Berita Liga Italia: Kejutan besar terjadi di kancah Eropa ketika tim kuat Italia, Inter Milan, terpaksa angkat koper dari Liga Champions setelah mengalami kekalahan mengejutkan dari Bodo/Glimt. Pada laga leg kedua yang berlangsung di Stadio San Siro, Inter takluk 2-1 dari klub Norwegia tersebut, setelah sebelumnya juga menyerah 3-1 di leg pertama di Norwegia.
Arrigo Sacchi, mantan pelatih yang dihormati di Italia, menyuarakan kekecewaannya atas hasil ini. Menurutnya, banyak pertanyaan yang perlu diajukan terkait sepak bola Italia setelah tim sekelas Inter, yang dianggap terkuat di negeri ini, harus tersingkir oleh Bodo/Glimt. Sacchi mengungkapkan dalam kolomnya di Gazzetta dello Sport, bahwa ia memiliki keyakinan besar terhadap Inter karena keunggulan teknis mereka, performa apik di bawah asuhan Cristian Chivu, serta dukungan penuh dari para tifosi di San Siro.
Namun, semua harapan itu pupus dengan kekalahan Inter. "Ini benar-benar keputusan yang sensasional mengingat kualitas, kekuatan finansial, dan pendapatan kedua klub," ujar Sacchi. Kepergian Inter dari kompetisi ini terasa lebih pahit mengingat mereka adalah finalis musim lalu dan memiliki skuad yang paling siap untuk bersaing di Liga Champions.
Sacchi juga menyoroti awal musim yang kuat dari Inter, dengan empat kemenangan beruntun, yang kemudian berbalik menjadi bumerang setelah mereka kalah tiga kali berturut-turut dan hanya bisa mengamankan tempat di babak play-off pada pertandingan terakhir.
Kekalahan dari Bodo/Glimt ini membuktikan bahwa sepak bola saat ini mungkin telah menjadi lebih seimbang. Sacchi menambahkan, meskipun Inter memiliki keunggulan 10 poin di Serie A yang harus dipertahankan untuk meraih gelar juara, kegagalan di Eropa ini dapat memberikan dampak negatif pada perjalanan mereka selanjutnya di liga domestik.
Sementara itu, perwakilan Serie A lainnya di Liga Champions, Juventus dan Atalanta, juga menghadapi tantangan berat. Juventus harus membalikkan kekalahan 5-2 dari Galatasaray di leg pertama, sedangkan Atalanta berusaha bangkit dari ketertinggalan dua gol saat menjamu Borussia Dortmund.
Artikel Tag: Inter Milan