Kanal

Sabri Lamouchi Janji Tunisia Bangkit usai Dibantai Swedia

Penulis: Fery Andriyansyah
16 Jun 2026, 04:00 WIB

Sabri Lamouchi tak ingin Tunisia larut dalam kekalahan dari Swedia. (Foto: Julio Cesar AGUILAR / AFP via Getty Images)

Berita Piala Dunia: Sabri Lamouchi mengaku kecewa dengan kekalahan telak yang dialami Tunisia saat menghadapi Swedia pada laga pembuka Grup F Piala Dunia 2026 di Stadion Estadio Monterrey, Senin (15/6/2026) pagi WIB. Pelatih berusia 54 tahun itu menyebut hasil tersebut terasa menyakitkan, tetapi menegaskan bahwa timnya masih memiliki kesempatan untuk memperbaiki keadaan pada dua pertandingan berikutnya.

Tunisia sebenarnya sempat memberi perlawanan setelah Omar Rekik memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2 menjelang turun minum. Namun, Swedia tampil jauh lebih efektif pada babak kedua dan menambah tiga gol melalui Viktor Gyokeres, Mattias Svanberg, serta gol kedua Yasin Ayari untuk mengunci kemenangan meyakinkan 5-1.

Dalam wawancara dengan FIFA.com usai pertandingan, Sabri Lamouchi menilai timnya melakukan terlalu banyak kesalahan saat menghadapi salah satu lini serang terbaik di Grup F. Menurutnya, kesalahan-kesalahan tersebut membuat Tunisia kesulitan bangkit setelah tertinggal.

"Ini kekalahan yang sulit diterima. Sangat menyakitkan. Memulai kompetisi dengan kekalahan sebesar ini tentu sangat berat," kata Lamouchi. "Ketika menghadapi dua penyerang Swedia yang memiliki kualitas kelas dunia, kesalahan-kesalahan seperti itu sangat sulit untuk diperbaiki dalam pertandingan."

Meski kecewa, mantan pelatih Pantai Gading itu tidak ingin para pemainnya tenggelam dalam hasil buruk tersebut. Ia menegaskan bahwa Tunisia masih memiliki harga diri dan wajib menunjukkan reaksi positif pada laga berikutnya demi menjaga peluang lolos ke fase gugur.

"Kami memiliki kebanggaan. Kami harus bereaksi. Kami harus menunjukkan wajah yang lebih baik daripada yang kami tampilkan hari ini," ujar Sabri Lamouchi. Pernyataan itu sekaligus menjadi sinyal bahwa Tunisia akan berusaha tampil lebih agresif saat menghadapi Jepang pada pertandingan kedua grup.

Sementara itu, pelatih Swedia Graham Potter memuji kontribusi Alexander Isak dan Viktor Gyokeres yang kembali menjadi pembeda di lini depan. Menurut Potter, kedua pemain tersebut semakin memahami permainan satu sama lain dan berpotensi menjadi senjata utama Swedia sepanjang turnamen.

"Secara individu mereka adalah pemain top, tetapi bersama-sama mereka bisa menjadi ancaman yang sangat besar. Saya pikir mereka akan semakin baik karena keduanya saling melengkapi dengan sangat baik," kata Potter. Ia juga mengaku puas dengan penampilan timnya meski merasa masih ada beberapa aspek permainan yang perlu ditingkatkan.

Kekalahan ini membuat Tunisia kembali menghadapi tantangan berat untuk mematahkan rekor buruk mereka di Piala Dunia. The Eagles of Carthage belum pernah lolos dari fase grup dalam tujuh penampilan di turnamen tersebut. Mereka kini wajib meraih hasil positif saat menghadapi Jepang pada Ahad (21/6/2026) siang WIB sebelum menutup fase grup melawan Belanda pada Jumat (26/6/2026) pagi WIB.

Artikel Tag: Swedia, Tunisia, Piala Dunia 2026, Sabri Lamouchi

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru