Ronwen Williams Ungkap Motivasi Afrika Selatan Bungkam Korea Selatan
Ronwen Williams sebut kritik jadi bahan bakar Afrika Selatan. (Foto: Ulrik Pedersen/NurPhoto via Getty Images)
Berita Piala Dunia: Ronwen Williams mengungkapkan kritik yang diterima Afrika Selatan justru menjadi motivasi tambahan saat mengalahkan Korea Selatan 1-0 pada Kamis (25/6/2026) pagi WIB di laga terakhir Grup A Piala Dunia 2026. Kemenangan tersebut memastikan Bafana Bafana lolos ke babak 32 besar untuk pertama kalinya dalam sejarah.
Ronwen Williams mengaku timnya datang ke pertandingan di bawah tekanan besar setelah banyak pengamat meragukan peluang Afrika Selatan lolos dari fase grup. Namun, keraguan itu justru membangkitkan semangat para pemain untuk membuktikan kemampuan mereka di atas lapangan.
Mengungkapkan perasaannya, Williams mengatakan, "Tim ini berada di bawah tekanan yang luar biasa, bukan hanya di lapangan tetapi juga di luar lapangan. Ketika saya melihat banyak prediksi yang menyebut kami tidak punya peluang lolos dari fase grup, itu justru membangkitkan sesuatu dalam diri kami."
Kapten Afrika Selatan itu menambahkan seluruh pemain menggunakan kritik sebagai sumber energi sepanjang pertandingan. Menurutnya, semangat juang yang ditunjukkan rekan-rekannya menjadi faktor utama di balik keberhasilan mengamankan tiket ke fase gugur.
Melanjutkan pernyataannya, Ronwen Williams berkata, "Kami menjadikan semua itu sebagai motivasi dan energi untuk terus berjuang. Semangat juang yang diperlihatkan para pemain sungguh luar biasa."
Keberhasilan ini menjadi pencapaian bersejarah bagi Afrika Selatan. Dalam tiga penampilan sebelumnya di Piala Dunia, mereka selalu gagal melewati fase grup, termasuk saat menjadi tuan rumah pada 2010.
Keberhasilan tersebut juga mendapat apresiasi dari Hugo Broos. Pelatih asal Belgia itu menilai para pemain menjalankan strategi dengan sangat baik, terutama ketika memanfaatkan kecepatan saat melakukan serangan balik.
Menilai performa timnya, Broos mengatakan, "Kami memainkan pertandingan yang sangat baik secara taktik. Semua pemain menjalankan tugasnya. Perbedaan terbesar dibandingkan laga sebelumnya adalah setiap kali menguasai bola kami benar-benar berbahaya dan mampu memanfaatkan ruang kosong."
Meski sempat menyia-nyiakan beberapa peluang, Afrika Selatan akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-65 melalui Thapelo Maseko. Broos mengaku terus meminta para pemain tetap percaya diri saat jeda babak pertama.
Mengulas kemenangan itu, Broos berkata, "Kami memiliki beberapa peluang pada babak pertama dan saat turun minum saya meminta para pemain untuk terus percaya. Saya sangat bangga dengan penampilan tim ini."
Pahlawan kemenangan, Thapelo Maseko, mengaku masih sulit mempercayai momen yang dialaminya. Pemain berusia 22 tahun itu merasa bahagia bisa membantu Afrika Selatan mencetak sejarah meski sempat membuang beberapa kesempatan.
Maseko menutup dengan mengatakan, "Rasanya seperti sedang bermimpi. Saya sempat melewatkan beberapa peluang, tetapi pada akhirnya saya bisa membantu tim. Kami berhasil menang dan hanya itu yang terpenting."
Artikel Tag: Afrika Selatan, Piala Dunia, Korea Selatan, Piala Dunia 2026