Romeo Lavia Panen Pujian Setinggi Langit dari Media Belgia
Romeo Lavia tampil memukau bersama Chelsea hingga membuat pengamat sepak bola Belgia menyebutnya layak membela Real Madrid. (Foto: Mike Hewitt/Getty Images)
Berita Liga Inggris: Gelandang muda Chelsea, Romeo Lavia, terus menunjukkan impresi yang sangat positif setelah dinyatakan bugar dan terbebas dari masalah cedera. Penampilan gemilangnya di lapangan tidak hanya mencuri perhatian media Inggris, tetapi juga memicu gelombang kekaguman di kampung halamannya, Belgia.
Di negara asalnya, para pengamat sepak bola diyakini sangat terpesona dengan performa sang gelandang. Bahkan muncul keyakinan kuat bahwa pemain berusia 22 tahun tersebut berpotensi besar untuk membela klub-klub terbesar di dunia dalam waktu dekat.
Penampilan mengesankan terbaru Lavia tersaji saat membantu Chelsea mengamankan kemenangan 2-0 atas Manchester United di kompetisi Premier League pada Sabtu (31/10). Pemain timnas Belgia tersebut tampil luar biasa lewat akurasi umpan yang menawan serta kontribusi bertahan yang sangat solid di lini tengah.
Salah satu momen terbaiknya terjadi ketika tekel intersepsi bersih yang dilakukannya menjadi awal mula proses terciptanya gol pembuka Chelsea. Aksi impresif sepanjang laga tersebut memicu sanjungan tinggi dari pengamat ternama Belgia, Filip Joos.
Dalam acara bincang-bincang 90 Minutes, Filip Joos menyampaikan pujian setinggi langit dan menyebut Romeo Lavia sebagai pemain terbaik yang dimiliki Belgia saat ini.
"Saya percaya bahwa di antara pesepak bola Belgia saat ini, dia adalah satu-satunya yang saat ini berada di posisi 30 besar dunia. Di posisinya, dia masuk lima besar. Jujur saja, dia bisa bermain untuk Real Madrid, Barcelona, atau PSG. Bola yang dia mainkan di babak kedua dengan bagian luar sepatu kanannya sangat mematikan. Dia melihat segalanya," kata Joos.
Joos secara khusus merasa kagum dengan visi bertanding dan ketajaman umpan yang dilepaskan sang pemain di Stamford Bridge. Ia bahkan memberikan perumpamaan unik terkait kualitas operan akurat Lavia.
"Jika Anda duduk di bagian atas stadium, Anda bisa melihatnya. Jika Anda bos di Gillette dan masih menggunakan David Beckham karena kulitnya yang mulus, gantikan dia! Anda harus merekrut Lavia karena umpan-umpannya yang setajam pisau cukur. Setiap umpannya bagaikan pisau cukur," tambah Joos.
Lebih lanjut, Joos mengklaim bahwa andai Romeo Lavia lahir 10 atau 15 tahun lebih awal, kehadiran sang gelandang di kedalaman skuad diyakini mampu membawa Generasi Emas Belgia menjuarai ajang Piala Dunia.
"Jika Lavia lahir 10 atau 15 tahun lebih awal, kita akan memenangkan Piala Dunia dengan Generasi Emas kita. Itu adalah satu-satunya posisi di mana kita kekurangan seseorang dengan visi lapangan 10 meter. Lavia memiliki visi lapangan 70 meter. Dia bahkan bisa melihat tupai di pemakaman di sebelah Stamford Bridge," tegasnya.
Kebangkitan Lavia tak lepas dari pulihnya kondisi fisik sang pemain setelah melewati tahun pertama yang sulit akibat cedera beruntun. Sang gelandang sebelumnya sempat menghabiskan lebih dari 500 hari di ruang perawatan dan melewatkan hampir 80 pertandingan akibat masalah cedera hamstring, paha, dan pergelangan kaki.
Kini, beban berat cedera tersebut dinilai telah terangkat sepenuhnya dari pundaknya. Keputusan pelatih untuk terus mempertahankannya di lapangan sepanjang 90 menit menjadi bentuk penghormatan tertinggi atas performa apiknya.
Artikel Tag: Chelsea, Premier League, Romeo Lavia