Kanal

Roberto Martinez Puji Respons Portugal Usai Hancurkan Uzbekistan

Penulis: Fery Andriyansyah
24 Jun 2026, 10:15 WIB

Roberto Martinez nilai Portugal belajar dari kesalahan saat libas Uzbekistan. (Foto: Torbjorn Tande/DeFodi Images/DeFodi via Getty Images)

Berita Piala Dunia: Portugal menunjukkan kebangkitan meyakinkan saat mengalahkan Uzbekistan 5-0 pada Rabu (24/6/2026) dini hari WIB dalam laga Grup K Piala Dunia 2026. Hasil tersebut menjadi respons sempurna setelah Selecao das Quinas hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan RD Kongo pada pertandingan pembuka turnamen.

Kemenangan besar itu juga diwarnai catatan bersejarah dari Cristiano Ronaldo. Penyerang berusia 41 tahun tersebut mencetak dua gol dan menjadi pemain pertama yang berhasil mencetak gol dalam enam edisi Piala Dunia berbeda, sekaligus membantu Portugal mengamankan posisi kuat dalam perburuan tiket ke babak 32 besar.

Menilai penampilan timnya, Roberto Martinez mengatakan Portugal tampil jauh lebih disiplin dibandingkan laga sebelumnya. Menurut pelatih berusia 52 tahun itu, para pemain berhasil mengendalikan emosi dan tetap menjalankan rencana permainan sepanjang pertandingan.

"Saat kami mencetak gol pada pertandingan pertama, kami kehilangan disiplin dan bentuk permainan. Kami memberi lawan kesempatan untuk melakukan serangan balik dan kami tidak cukup sering masuk ke sepertiga akhir lapangan. Kami bermain dengan hati, bukan dengan kepala. Hari ini justru sebaliknya. Kami bermain sangat disiplin," ujar Martinez kepada wartawan.

Beralih ke jalannya pertandingan, Portugal langsung tampil agresif sejak menit awal. Mereka terus menekan pertahanan Uzbekistan dan menciptakan banyak peluang berbahaya. Statistik pertandingan menunjukkan Selecao das Quinas melepaskan 17 tembakan dengan delapan di antaranya mengarah tepat ke gawang lawan.

Masih membahas performa tim, Roberto Martinez menilai para pemainnya berhasil membuktikan kualitas mereka setelah mendapat kritik akibat hasil kurang memuaskan pada laga pertama. Intensitas permainan tetap tinggi bahkan ketika Portugal sudah unggul jauh dan menguasai pertandingan.

Sorotan berikutnya tertuju kepada Cristiano Ronaldo yang kembali menjadi pembeda. Selain mencetak dua gol, sang kapten terus aktif bergerak dan membuka ruang bagi rekan-rekannya sepanjang laga. Martinez menegaskan kontribusi Ronaldo tidak hanya diukur dari jumlah gol yang dicetak.

"Saya tidak pernah bekerja dengan pemain yang memiliki rasa lapar sebesar dirinya. Apa pun yang terjadi hari ini, dia akan datang keesokan harinya dengan keinginan luar biasa untuk bekerja lebih keras. Kemampuannya mencetak gol memang istimewa, tetapi pengalaman, etos kerja, dan kemauannya menciptakan ruang bagi pemain lain juga sangat penting," kata Martinez.

Kini Portugal mengoleksi empat poin dari dua pertandingan dan akan menghadapi Kolombia pada Ahad (28/6/2026) pagi WIB dalam laga terakhir Grup K. Sementara itu, Uzbekistan yang belum meraih poin akan menjalani pertandingan hidup-mati melawan RD Kongo demi menjaga peluang lolos ke babak 32 besar.

Menutup keterangannya, Martinez menilai perjalanan panjang di Piala Dunia tidak ditentukan oleh hasil pertandingan pertama. Ia menyebut pengalaman dari beberapa edisi turnamen sebelumnya mengajarkannya bahwa proses membangun tim jauh lebih penting daripada mengejar kesempurnaan sejak awal kompetisi.

"Ini adalah Piala Dunia ketiga saya. Pada turnamen pertama, saya berpikir kami harus memenangkan setiap pertandingan. Sekarang saya menyadari justru sebaliknya. Semua ini adalah sebuah proses," ujar Roberto Martinez.

Artikel Tag: Roberto Martinez, Piala Dunia, Portugal, Piala Dunia 2026, uzbekistan

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru