Ragam Sepak Bola: Isco dan Asensio Bisa Kembalikan Masa Kejayaan Timnas Spanyol
Isco dan Asensio mmenjadi harapan baru Spanyol (Image: Getty)
Ligaolahraga - Ragam Sepak Bola: Tim nasional Spanyol besutan Julen Lopetegui tampil dengan gemilang ketika menghadapi Italia di Santiago Bernabeu untuk menunjukkan bahwa sang jawara Piala Dunia 2010 mampu mengembalikan masa kejayaan mereka.
Spanyol mampu menembus halangan mental mereka ketika mengalahkan Italia dalam adu penalti di perempatfinal Piala Eropa 2008, jadi itu menjadi awalan yanag emapt tahun kemudian pada laga final di Polandia dan Ukraina, mereka merengkuh dua trofi Piala Eropa secara beruntun usai menghancurkan Italia dengan skor 4-0.
Namun itu adalah masa keemasan terakhir dari pasukan besutan Vicente del Bosque menyusul dengan kekecewaan besar di Piala Dunia 2014 di Brasil dan kekalahan kontra Gli Azzurri lagi di babak 16 besar Piala Eropa 2016. Nampaknya era mereka sudah berakhir, era para pemain generasi emas. Namun Spanyol menunjukkan pada hari Sabtu (2/9) lalu bahwa mereka memiliki potensi untuk kembali ke masa kejayaan.
David Villa dikembalikan dalam skuat pada usianya yang sudah menginjak 35 tahun, namun dia hanya dicadangkan dan tim ini lebih mengandalkan para pemain muda. Isco Alarcon, di usia 25 tahun, sudah menaklukan trofi Liga Champions dalam tiga kesempatan bersama Real Madrid, namun menariknya dia tak pernah berkesempatan tampil bersama timnas di turnamen besar.
Namun demikian, itu akan segera berubah. Isco merupakan pemain kunci dalam kemenangan Spanyol dengan skor 3-0 di Santiago Bernabeu, pertama dengan tendangan bebas yang tak mampu dihentikan oleh Gianluigi Buffon dan kedua, adalah sepakan memukau dari luar kotak penalti.
Itu membuat La Furia Roja unggul 2-0 di jeda turun minum dan Spanyol pantas mendapatkan keuntungan juga. Isco bersama dengan rekan setimnya di klub, Marco Asensio, bermain sangat ke dalam sementara Andres Iniesta mengatur tempo dan David Silva mengambil alih peran false nine yang sebelumnya dimainkan oleh Isco, selagi eks gelandang Malaga itu bekerja sama dengan Sergio Busquets dan Koke di babak kedua.
Xavi Hernandez memang sudah lama menghilang dan Iniesta sudah mendekati akhir dari kariernya yang fenomenal, ini seperti Spanyol di masa lampau. Dan selagi masih ada keraguan kepada striker, Alvaro Morata mencetak gol setelah diturunkan dari bangku cadangan dan Diego Costa tak diberi kesempatan karena permasalahannya dengan Chelsea, itu menunjukkan bahwa tim ini bahkan bisa bersaing tanpa seorang striker.
Kemenangan ini memang masih belum mengonfirmasi tiket ke Rusia 2018 untuk La Roja, namun mereka unggul tiga poin atas Italia di Grup G dengan sisa tiga pertandingan lagi kontra Liechtenstein, Albania dan Israel.
Pasukan asuhan Lopetegui harusnya bisa memenangkan semua itu dan dengan tangan dinginnya, Spanyol harusnya bisa melenggang lebih sekedar babak 16 besar ketika dikandaskan oleh Italia di musim panas tahun lalu, yang juga merupakan pertandingan terakhir bagi Vicente del Bosque usai melatih selama delapan tahun di tim nasional.
Banyak pendukung Spanyol yang meyakini bahwa itu merupakan pertanda dari akhir tim elit ini, namun nampaknya tak harus begitu. Dengan Sergio Ramos, Gerard Pique, Busquets, Iniesta, Jordi Alba dan Dani Carvajal yang masih ada dalam skuat, maka basis kesuksesan masih ada.
Seusai kepergian Del Bosque, generasi baru ini mendapatkan kesempatan dengan layak. Isco sedang berada dalam performa terbaiknya sepanjang karier, selagi Asensio yang masih berusia 21 tahun adalah striker sensasional di Spanyol. Bersama-sama, keduanya bisa mengantarkan timnas kembali ke masa kejayaan dengan rekan-rekan setim yang berpengalaman, seperti yang telah mereka pertunjukkan di hari Sabtu kemarin.
Artikel Tag: Real Madrid, Piala Eropa, Timnas Spanyol, Isco Alarcon, Piala Dunia, Marco Asensio