Persebaya Surabaya Siap Hadapi 4 Laga Selama Ramadan, Pola Makan Diatur
Skuat Persebaya Surabaya siap hadapi laga padat selama Ramadan/foto dok Persebaya Surabaya
Berita Super League: Manajemen dan tim medis Persebaya Surabaya kini tengah bersiap ekstra keras menghadapi jadwal padat yang harus mereka lakoni di Super League musim 2025/2026.
Menghadapi bulan suci Ramadan, tim berjuluk Bajul Ijo ini dijadwalkan melakoni empat pertandingan krusial dalam waktu singkat.
Kondisi fisik pemain menjadi perhatian utama, mengingat tantangan bertanding di tengah ibadah puasa memerlukan manajemen nutrisi dan pemulihan yang sangat disiplin agar performa tetap konsisten di lapangan hijau.
Jadwal ketat dalam kancah Super League musim 2025/2026 ini memaksa tim kepelatihan untuk memutar otak. Persebaya Surabaya akan memulai rangkaian laga beratnya dengan bertandang melawan Persijap Jepara pada 21 Februari.
Tak berselang lama, mereka harus kembali ke kandang untuk menjamu PSM Makassar pada 25 Februari, dilanjutkan dengan laga prestisius melawan Persib Bandung pada 2 Maret.
Rangkaian jadwal melelahkan ini akan ditutup dengan menjamu Borneo FC pada 7 Maret mendatang. Jeda waktu yang hanya berkisar tiga hingga lima hari antarpertandingan menuntut efisiensi pemulihan yang maksimal.
Dokter tim Persebaya Surabaya, dr. Ahmad Ridhoi menegaskan bahwa pihaknya telah menyusun skema medis khusus untuk menjaga kebugaran pemain.
Fokus utama mereka adalah pengaturan pola makan dan hidrasi. Menurutnya, manajemen energi menjadi faktor penentu saat intensitas pertandingan tetap tinggi di tengah bulan puasa.
Tim medis secara ketat mengatur asupan kalori pada saat sahur dan berbuka agar kebutuhan energi pemain tidak merosot saat menjalani laga malam hari.
"Kuncinya ada pada manajemen nutrisi dan cairan. Kami mengontrol ketat apa yang dikonsumsi pemain agar metabolisme mereka tetap terjaga untuk level kompetisi Super League. Pemulihan dalam 24 hingga 48 jam pertama setelah pertandingan adalah periode paling krusial yang kami maksimalkan," ujar dr. Ridhoi seperti dikutip dari laman resmi klub.
Selain makanan, kualitas tidur dan kadar hidrasi setiap individu dipantau secara harian melalui pemeriksaan medis rutin.
Meskipun harus melewati fase berat dengan empat laga dalam rentang dua pekan, Persebaya Surabaya tetap optimistis mampu meraup poin maksimal. Kedisiplinan pemain dalam mengikuti program pemulihan dan pengaturan pola makan diharapkan menjadi kunci sukses melewati tantangan Ramadan ini.
Dengan perencanaan matang dari tim medis dan taktik jitu dari tim pelatih, Bajul Ijo siap menjaga eksistensi mereka di papan atas klasemen tanpa terkendala masalah kebugaran fisik akibat jadwal yang menghimpit.
Artikel Tag: Persebaya Surabaya, Super League