Peringatan Serius untuk Inggris Terkait 115 Tuduhan Liga Premier terhadap Man City
Peringatan Serius untuk Inggris Terkait 115 Tuduhan Liga Premier terhadap Man City - sumber: (givemesport)
Berita Liga Inggris –Manchester City berada dalam sorotan setelah menghadapi 115 tuduhan dari Liga Inggris. Sejak diumumkan lebih dari tiga tahun lalu, belum ada kejelasan kapan kasus ini akan selesai, meskipun ketegangan di antara klub rival terus meningkat. Selama periode ini, City telah mengeluarkan £690 juta untuk pemain baru dan memenangkan enam trofi utama, termasuk dua gelar liga. Kini, muncul peringatan dari Uni Emirat Arab mengenai dampak negatif jika City dinyatakan bersalah.
Menurut laporan terbaru dari Bloomberg, pejabat UEA memperingatkan bahwa hasil negatif dapat merusak hubungan yang telah terjalin dengan Inggris. City dimiliki oleh Sheikh Mansour bin Zayed Al Nahyan, yang membeli klub pada Agustus 2008 dan telah menginvestasikan kekayaan besar ke dalamnya. Sheikh Mansour juga merupakan wakil presiden UEA, sementara saudaranya, Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan, menjabat sebagai presiden.
Tuduhan terhadap Manchester City mencakup 54 pelanggaran terkait penyajian informasi keuangan yang tidak akurat dari musim 2009/10 hingga 2017/18, 35 pelanggaran atas ketidakpatuhan terhadap investigasi Liga Inggris dari Desember 2018 hingga Februari 2023, dan 14 pelanggaran terkait kompensasi pemain dan manajer. Selain itu, ada tujuh pelanggaran terhadap regulasi profitabilitas dan keberlanjutan Liga Inggris, serta lima pelanggaran aturan UEFA, termasuk Lisensi Klub dan Financial Fair Play.
Jika terbukti bersalah, City menghadapi kemungkinan denda, pencabutan gelar, dan bahkan dikeluarkan dari Liga Inggris. Kasus ini dianggap sebagai yang terbesar dalam sejarah Liga Inggris dan bisa mempengaruhi hubungan politik serta ekonomi antara Inggris dan UEA.
Artikel Tag: Manchester City