Pelatih Wolfsburg Minta Pemainnya Lebih Agresif Usai Kekalahan Bundesliga
Pelatih Wolfsburg Minta Pemainnya Lebih Agresif Usai Kekalahan Bundesliga - sumber: (getfootballnewsgermany)
Berita Bundesliga: Atmosfer di Wolfsburg Dihantui Kekalahan Lagi
Suasana di VfL Wolfsburg kini tengah diliputi kekecewaan setelah mengalami kekalahan lagi di Bundesliga, yang semakin memperburuk posisi mereka dalam perjuangan menghindari degradasi. Dua minggu lalu, mantan pelatih kepala Niko Kovac dengan percaya diri menyatakan bahwa Wolfsburg cukup kuat untuk tak terjegal ke divisi kedua. Namun, kenyataannya berbeda setelah kekalahan terbaru melawan Augsburg.
Dengan perolehan poin hanya 20 dari 23 pertandingan, Wolfsburg kini berada dalam posisi lebih buruk dibanding dua musim ketika mereka nyaris terdegradasi dan hanya selamat melalui playoff promosi degradasi. Kekalahan dari Augsburg terasa sangat menyesakkan, terutama ketika kemenangan yang sudah di depan mata lenyap dalam sekejap.
Pelatih kepala Wolfsburg, Daniel Bauer, memiliki pandangan menarik tentang situasi ini. Dia mendorong para pemainnya untuk menyalurkan frustrasi mereka melalui lebih banyak pelanggaran. Menurut Bauer, Augsburg yang lebih banyak melakukan pelanggaran dianggap mendapatkan keuntungan dari permainan tersebut. Bauer pun menyerukan intensitas dan urgensi lebih dari skuadnya.
Menggunakan contoh pertandingan terkini antara kandidat degradasi Mainz dan Hamburg, Bauer meminta para pemainnya untuk bermain lebih agresif. Dalam dunia sepak bola Jerman, pelatih kadang memang menganjurkan strategi “kotor” untuk memompa semangat juang tim kala terdesak.
“Rasanya seperti dipermalukan saat harus kebobolan dua gol dalam tiga menit terakhir dan kalah 2-3,” ucap Bauer menggambarkan situasi. “Kami tampak seperti tim sekolah menengah. Kami kurang intens. Bahkan kesalahan minggu lalu di Leipzig berulang. Elvis, mantan anak akademi kami, malah mencetak gol kemenangan bagi lawan. Itu sangat menyakitkan.”
“Yang hilang dari kami bukanlah intensitas dasar, melainkan intensitas ekstra,” tambahnya. “Augsburg tampak lebih ganas dan berani ketika bertarung. Kami terlalu naif dan lemah.”
Sementara itu, Yannick Gerhardt, gelandang veteran yang sudah satu dekade membela Wolfsburg, mengungkapkan keprihatinannya. Ditunjuk menjadi kapten di tengah absennya Maximilian Arnold, Gerhardt mencetak gol pembuka untuk Wolfsburg. Namun, dia tak bisa menyembunyikan kekecewaannya terhadap kekalahan tersebut.
“Dari sisi perolehan poin, ini lebih dramatis dibandingkan tahun-tahun lalu ketika berjuang di playoff degradasi,” ujar Gerhardt. “Ini musim terburuk dalam sejarah klub. Kita harus menjaga klub ini tetap di liga.”
Dengan tantangan berat di depan mata, Wolfsburg harus segera menemukan cara untuk bangkit dan menyelamatkan diri dari ancaman degradasi yang semakin nyata.