Parkir 10 Pemain Inti, Thailand Simpan Tenaga Hancurkan Indonesia di Final
Latihan Timnas Thailand jelang lawan Timnas Indonesia di final FIFA ASEAN Cup
Berita FIFA ASEAN Cup - Timnas Thailand menunjukkan keseriusan penuh dalam sesi latihan terakhir menjelang partai final FIFA ASEAN Cup 2026 lawan Timnas Indonesia. Kondisi fisik para pemain Gajah Perang dipastikan sangat bugar usai sang pelatih memarkir sepuluh pilar utamanya pada laga sebelumnya lawan Filipina.
Pertarungan pamungkas FIFA ASEAN Cup 2026 antara Timnas Indonesia melawan Thailand dipastikan berlangsung dalam intensitas tinggi. Skuad Gajah Perang telah merampungkan sesi latihan resmi terakhir mereka di Stadion Madya, Senayan, Jakarta, guna mematangkan persiapan taktik sebelum bertempur di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada Senin malam.
Berdasarkan pantauan langsung di lapangan, armada asuhan Anthony Hudson tampak melahap seluruh menu latihan dengan raut wajah sangat serius. Sesi yang diawali dengan pemanasan dinamis dan umpan pendek ini jauh dari kesan santai. Tidak ada canda tawa yang menghiasi lapangan layaknya rutinitas latihan skuad Garuda.
Latihan tersebut kemudian dilanjutkan secara tertutup. Awak media hanya diizinkan meliput selama lima belas menit awal sebelum Hudson mulai meracik strategi rahasianya. Para pemain yang dibagi dalam kelompok kecil terlihat menikmati setiap porsi latihan dengan kondisi kebugaran yang berada di level maksimal.
Segarnya fisik Chanathip Songkrasin dan kolega sama sekali bukan sebuah kebetulan. Hal ini merupakan buah manis dari perjudian berani Hudson pada pertandingan terakhir fase grup kontra Filipina pekan lalu. Sang pelatih dengan sengaja merombak total susunan pemain inti demi menyimpan tenaga untuk partai final.
Tercatat ada sepuluh pemain utama yang ditarik dari daftar kesebelasan pertama. Di bawah mistar gawang, Saranon Anuin diistirahatkan, disusul deretan bek kokoh hingga jenderal lapangan tengah seperti Nicholas Mickelson, Sarach Yooyen, hingga sang otak serangan Chanathip Songkrasin dan mesin gol Supachai Chaided.
Dari seluruh susunan skuad utama, hanya Peeradol Chamrasamee yang posisinya tidak tersentuh. Gelandang berusia tiga puluh tiga tahun itu mendapat tugas khusus memimpin skuad lapis kedua dan mengemban ban kapten. Meskipun keputusan rotasi ekstrem ini berujung kekalahan tipis dari Filipina, tujuan utama Hudson berhasil tercapai dengan sempurna.
Kini seluruh senjata mematikan Thailand telah terisi penuh daya. Mereka siap tampil meledak demi menggempur pertahanan Timnas Indonesia dan merengkuh trofi juara di tanah Jakarta.
Artikel Tag: Timnas Indonesia, thailand, FIFA ASEAN Cup