Nova Arianto Akui Timnas Indonesia U-17 Kalah Level Usai Dibantai China 0-7
Nova Arianto bersama skuad Timnas Indonesia U-17 usai dikalahkan China U-17
Berita Timnas: Timnas Indonesia U-17 harus menerima pelajaran pahit usai kalah 0-7 dari China dalam laga uji coba internasional. Pelatih sementara Nova Arianto menyebut hasil tersebut tidak sesuai ekspektasi, tetapi tetap mengapresiasi kerja keras para pemain.
Timnas Indonesia U-17 menelan kekalahan telak saat menghadapi China U-17 dalam laga uji coba internasional di Indomilk Arena, Tangerang. Bermain di hadapan publik sendiri, Garuda Muda takluk tujuh gol tanpa balas pada Minggu malam.
Pelatih sementara Timnas Indonesia U-17, Nova Arianto, mengakui hasil tersebut jauh dari harapan tim pelatih. Ia menyebut persiapan yang telah dilakukan selama ini belum mampu menjawab tantangan di level internasional.
"Yang pasti, pertama secara ekspektasi pastinya jauh dari harapan kami. Dari apa yang kita persiapkan sebelum pertandingan, secara ekspektasi memang sangat jauh dari harapan kami," ujar Nova Arianto kepada awak media.
Meski demikian, Nova mencoba melihat sisi positif dari kekalahan tersebut. Ia menilai para pemain sudah menunjukkan semangat dan usaha maksimal sepanjang pertandingan, meskipun perbedaan kualitas dan intensitas permainan sangat terasa.
"Saya kira pemain sudah berjuang sangat maksimal kali ini dan itu yang ingin saya lihat dari pemain agar mereka bisa belajar," kata Nova.
Menurutnya, laga melawan China menjadi pengalaman penting karena para pemain untuk pertama kalinya merasakan tekanan pertandingan internasional dengan tempo tinggi. Nova menegaskan bahwa level dan intensitas permainan di ajang seperti ini berbeda dibanding kompetisi Elite Pro Academy yang selama ini diikuti para pemain.
"Belajar dari pertandingan ini apa yang harus kita perbaiki karena secara level dan intensitas pastinya berbeda dengan apa yang selama ini pemain dapatkan," tambahnya.
Uji coba melawan China merupakan bagian dari rangkaian persiapan menuju dua agenda penting, yakni Piala AFF U-16 2026 dan Piala Asia U-17 2026 yang akan digelar pada Mei di Arab Saudi. Turnamen tersebut menjadi tolok ukur sejauh mana perkembangan generasi muda Indonesia di kancah Asia.
Ke depan, evaluasi menyeluruh akan menjadi fokus tim pelatih, terutama dalam hal organisasi pertahanan, transisi permainan, serta mental bertanding. Nova berharap pengalaman pahit ini justru menjadi titik balik peningkatan performa tim.
Dengan waktu persiapan yang masih tersedia, Timnas Indonesia U-17 dituntut segera berbenah agar mampu tampil lebih kompetitif saat menghadapi turnamen resmi mendatang. Kekalahan besar ini menjadi pengingat bahwa pembinaan usia muda membutuhkan proses, konsistensi, dan jam terbang internasional yang memadai.
Artikel Tag: Timnas Indonesia, nova arianto, timnas indonesia u-17