Kanal

Norwegia Laporkan FIFA atas Kontroversi Sanksi Folarin Balogun

Penulis: Fery Andriyansyah
23 Jul 2026, 19:30 WIB

Federasi Norwegia siap ajukan pengaduan etik kepada FIFA terkait kasus Folarin Balogun. (Foto: Jamie Squire/Getty Images)

Berita Sepak Bola: Federasi Sepak Bola Norwegia (NFF) berencana mengajukan pengaduan resmi kepada Komite Etik FIFA terkait kontroversi pencabutan larangan bermain penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun, pada Piala Dunia 2026. Langkah tersebut diambil setelah muncul dugaan adanya campur tangan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dalam proses pengambilan keputusan.

Kontroversi bermula ketika FIFA membatalkan sanksi yang sebelumnya dijatuhkan kepada Balogun selama putaran final Piala Dunia 2026. Setelah keputusan itu diumumkan, Trump secara terbuka mengungkapkan bahwa dirinya telah meminta Presiden FIFA, Gianni Infantino, untuk meninjau kembali hukuman yang dijatuhkan kepada penyerang Amerika Serikat tersebut.

Presiden Federasi Sepak Bola Norwegia, Lise Klaveness, menilai situasi tersebut tidak boleh dibiarkan begitu saja. Dalam wawancara dengan The Times, ia mengonfirmasi bahwa federasinya akan membawa persoalan itu ke jalur etik karena dinilai menyangkut integritas pengambilan keputusan di FIFA.

"Ketika Anda membengkokkan sebuah aturan seperti ini, Anda memasuki jalan yang berbahaya yang dapat mengancam keseluruhan permainan. Ini menjadi kekhawatiran besar ketika aturan-aturan mendasar sepak bola dikompromikan," kata Klaveness.

Klaveness menegaskan keputusan tersebut sejak awal seharusnya tidak pernah terjadi. "Yang paling penting, hal ini seharusnya tidak terjadi. Sekarang sangat penting untuk berbicara secara jujur mengenai apa yang terjadi. Kita semua tahu keputusan ini dipengaruhi oleh kekuatan dari luar dan tidak melalui proses yang semestinya. FIFA harus mengakui bahwa ini adalah sebuah kesalahan," ujarnya.

Menurut Klaveness, membiarkan kepala negara memengaruhi keputusan olahraga akan menciptakan preseden yang berbahaya bagi masa depan sepak bola. "Jika Anda mulai menyesuaikan keputusan karena tekanan kepala negara dan kepentingan politik, maka perilaku organisasi juga akan berubah. Batas mengenai sejauh mana kepala negara boleh ikut campur juga ikut bergeser, dan itulah yang telah terjadi," tegasnya.

Klaveness menilai persoalan tersebut bukan hanya berkaitan dengan kasus Balogun, melainkan menyangkut prinsip tata kelola FIFA. Ia menekankan bahwa keputusan penting seharusnya diambil secara kolektif, terlebih apabila terdapat tekanan dari pihak luar.

"Ketika Anda membuat keputusan yang kontroversial, terutama jika ada suara berpengaruh dari luar yang memengaruhi prosesnya, keputusan itu harus melibatkan banyak pihak. Jika tidak, maka itu adalah sebuah kesalahan," katanya.

Ia juga memastikan akan membawa persoalan tersebut ke rapat dewan Federasi Sepak Bola Norwegia sebelum pengaduan resmi diajukan kepada Komite Etik FIFA. "Kasus ini sangat serius sehingga saya berharap semakin banyak orang berani menyuarakan keprihatinan mereka. Saya akan membahasnya bersama dewan kami, lalu kami akan mengambil langkah lanjutan. Bagi saya, ini termasuk ranah pengaduan etik," ujar Klaveness.

Klaveness menambahkan bahwa upaya menutupi kontroversi tersebut tidak akan berhasil. "Mencoba menyapu persoalan ini ke bawah karpet tidak akan berhasil. Terlalu banyak pelatih, pemain, dan suporter yang merasa kasus ini sudah melampaui batas dan mencederai integritas sepak bola," pungkasnya.

Artikel Tag: FIFA, Norwegia, Amerika Serikat, Piala Dunia 2026, Folarin Balogun

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru