Matteo Guendouzi Jadi Pusat Kericuhan Usai Laga Fenerbahce vs Lyon
Matteo Guendouzi terlibat insiden panas setelah laga Fenerbahce lawan Lyon. (Foto: Benoit Pavan / Hans Lucas / AFP via Getty Images)
Berita Sepak Bola: Matteo Guendouzi berada di pusat insiden panas setelah Fenerbahce mengalahkan Lyon 2-1 pada leg kedua play-off Liga Champions, Kamis (27/8/2026) dini hari WIB. Kemenangan tersebut membawa klub Turkiye itu lolos dengan agregat 3-2 sekaligus memastikan tempat di fase liga Liga Champions untuk pertama kalinya sejak musim 2008/09.
Pertandingan di Groupama Stadium awalnya berlangsung ketat setelah kedua tim bermain imbang 1-1 pada leg pertama. Fenerbahce akhirnya memastikan kemenangan berkat gol Vedat Muriqi dan Archie Brown pada babak kedua. Lyon hanya mampu membalas melalui Malick Fofana, yang membuat pertandingan semakin tegang hingga peluit akhir.
Situasi kemudian memanas setelah pertandingan selesai. Keributan terjadi di atas lapangan sebelum berlanjut ke area lorong stadion. Pemain dan staf dari kedua tim terlibat dalam insiden tersebut, sementara Matteo Guendouzi menjadi salah satu sosok yang paling mendapat perhatian setelah terlihat berinteraksi dengan pendukung tuan rumah.
Guendouzi memang memiliki sejarah khusus dengan Lyon karena pernah memperkuat rival berat mereka, Marseille, pada periode 2021 hingga 2024. Hubungan tersebut membuat gelandang asal Prancis itu terus mendapat cemoohan dari pendukung Lyon sepanjang pertandingan, bahkan beberapa rekan setimnya terlihat berusaha menjauhkannya dari situasi yang semakin memanas.
Setelah pertandingan, Guendouzi terlihat meneriakkan "Allez l'OM" ke arah kamera yang berada di pinggir lapangan. Ungkapan tersebut merupakan bentuk dukungan kepada Marseille dan berpotensi semakin memancing emosi pendukung Lyon. Rekaman yang beredar di media sosial juga memperlihatkan seseorang dengan atribut Les Gones menghadapi Guendouzi ketika sang pemain hendak menuju lorong.
Petugas keamanan serta anggota dari kedua tim kemudian ikut terlibat untuk mencegah situasi berkembang lebih jauh. Keributan bahkan berlanjut di area lorong, meskipun belum diketahui secara pasti siapa sosok yang menghadapi Matteo Guendouzi sebelum terjadi kericuhan antara rombongan kedua tim.
Guendouzi kemudian menjelaskan bahwa dirinya merasa tidak dihormati oleh sebagian pendukung Lyon. Ia mengklaim mendapat hinaan yang menyasar keluarganya selama pertandingan. Menurut mantan pemain Arsenal tersebut, situasi itu membuatnya kecewa karena ia merasa seharusnya tetap diperbolehkan merayakan keberhasilan Fenerbahce setelah pertandingan berakhir.
"Saya merasa tidak dihormati. Jika kami tidak bisa merayakan kemenangan dengan cara yang kami inginkan setelah pertandingan, saya merasa itu mengecewakan," kata Guendouzi kepada wartawan seusai pertandingan.
Pelatih Fenerbahce, Ismail Kartal, kemudian memberikan dukungan penuh kepada Guendouzi setelah kericuhan tersebut. Sang manajer menegaskan bahwa seluruh anggota tim berdiri bersama pemain asal Prancis tersebut ketika situasi memanas. Menurutnya, sikap saling mendukung merupakan bagian penting dari kekuatan Fenerbahce sebagai sebuah tim.
"Sebagai sebuah tim, kami semua berdiri bersama untuk mendukung Guendouzi. Dukungan diberikan. Itulah yang dimaksud dengan kerja sama tim," ujar Kartal dalam konferensi pers seusai pertandingan.
Di luar kontroversi tersebut, kemenangan atas Lyon menjadi pencapaian besar bagi Fenerbahce. Klub Turkiye tersebut akhirnya kembali ke fase liga Liga Champions setelah penantian panjang, dengan penampilan terakhir mereka di kompetisi utama Eropa tersebut terjadi pada musim 2008/09.
Fenerbahce kini tinggal menunggu hasil undian fase liga yang dijadwalkan berlangsung di Monaco pada Kamis pukul 17.00 BST. Mereka akan menjadi salah satu dari 36 klub yang mengetahui lawan-lawannya setelah berhasil melewati play-off secara dramatis.
Artikel Tag: liga champions, Fenerbahce, Lyon, Matteo Guendouzi